• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Grebeg Gayeng Seni Budaya Sinergikan Seniman dan Pelaku Ekonomi Semarang

 08-01-2019 11:30 WIB    by Admin    Dilihat: 132 kali Berita Kota

SEMARANG – Perwakilan dari Kumpul Gayeng Seni & Budaya, Hermawan membeberkan konsep dari kegiatan pameran atau bazaar yang bertajuk “Grebeg Gayeng Seni & Budaya Kampung Semarang”.

Kegiatan tersebut yang akan berlangsung mulai 12-13 Januari 2019 di Kampung Gabahan, Semarang Tengah ini bertujuan menyinergikan antar seniman serta pelaku perekonomian di Kota Semarang. Di mana mereka akan bertemu di sebuah lokasi dan berkarya bersama, termasuk jualan sesuatu yang mereka seperti makanan, kerajinan tangan, pakaian dan sebagainya.

“Kami ingin menyinergikan antara seniman juga penjual untuk bertemu di satu tempat. Itu akan membuat sarana hiburan bagi warga kampung termasuk masyarakat secara luas. Selain itu kan di sini nantinya akan ada bermacam-macam makanan khas dari Semarang tentunya yang mungkin jarang ditemukan saat ini,” ungkapnya.

Hermawan menuturkan dengan adanya kegiatan ini harapannya akan muncul sesuatu yang baru di tengah masyarakat. Termasuk seniman baru, penjual-penjual yang baru serta dagangan-dagangan yang baru.

“Karena memang kami untuk para penjual, kami meyasar mereka yang belum punya toko, namun memiliki potensi. Begitu juga dengan seniman kami meyediakan panggung untuk direspon bersama. Karena memang di Semarang ini ada banyak seniman yang kalau dari skill mereka sudah tidak diragukan lagi, namun masih banyak dari mereka yang belum terekspos,” tandasnya.

Bazar ini baru pertama kalinya digelar. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Kampung Gabahan, Semarang Tengah dengan menghadirkan sejumlah seniman dari lintas disiplin. Ada juga hiburan sejumlah grup musik yang akan meramaikan kegiatan tersebut seperti keroncong dari Gunung and Friend, Sakral Band, dan Didit Fals. Tidak ada pungutan biaya bagi para pengunjung yang ingin mencari hiburan serta belajar sejarah di kampung tersebut.