• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Wali Kota Hendi Terus Dorong Peran Wanita Dalam Membangun Kota Semarang

 23-01-2019 14:54 WIB    by Admin    Dilihat: 233 kali Berita Kota
Walikota Semarang Hendrar Prihadi ajak jamaah pengajian Jaga Gawang Aswaja untuk bersama-sama membangun Kota Semarang khususnya menggiatkan aktivitas-aktivitas sosial dan menunjukkan kepedulian terhadap pengentasan persoalan-persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Hal itu disampaikannya saat membuka acara pengajian Jaga Gawang Aswaja belum lama ini di lingkungan Balaikota Semarang. Tak hanya Pemerintah, pelaku usaha, masyarakat dalam berbagai organisasi, serta media pun didorong untuk memberikan kontribusi demi kemajuan kota.

Menurutnya banyak yang bisa dilakukan bersama guna memajukan Kota ini. ‘’Semarang ini tempat kita tumbuh dan besar jadi mari bersama-sama mencintai, mendoakan, dan turut membangun. Ibarat mobil, Kota Semarang memiliki 4 roda yaitu Pemerintah, Pengusaha, masyarakat, dan pewarta atau media. Ketika salah satu ban kempes tentu mobil tersebut tidak dapat melaju dengan baik, sebaliknya jika keempat ban dalam kondisi baik, mobil akan melaju dengan cepat. Begitu pula dengan pembangunan kota,’’ jelasnya.

Apalagi Rasulullah pernah bersabda bahwa ”Wanita adalah tiang negara, jika baik wanitanya maka baiklah negaranya dan jika rusak wanitanya maka rusak pula negaranya” artinya sosok perempuan merupakan kekuatan dalam menopang pembangunan termasuk di Kota Semarang ini.

Untuk itu pihaknya berharap bahwa Ibu-ibu yang tergabung dalam Majlis Sholawat dan Dzikir Jaga Gawang Aswaja yang digawangi oleh Trio Bu Nyai Semarang atau Nyai Hj. Aminah Hadlor, Nyai Hj. Afifah Adnan, Nyai Hj. Umi Faidah Zaid akan menjadi pionir di dalam melahirkan kaum perempuan yang baik dan sholehah sehingga benar-benar menjadi ‘tiang’ bagi Negara lebih khusus bagi Kota Semarang.

Dalam kesempatan itu Wali kota yang akrab disapa Hendi ini juga menyinggung tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender dapat diaplikasikan di antaranya dengan mengakhiri segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan, menghapuskan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan, perdagangan orang dan eksploitasi seksual, serta berbagai jenis eksploitasi lainnya, menghapuskan semua praktek berbahaya, seperti perkawinan dini, mengenali dan menghargai pekerjaan mengasuh dan pekerjaan rumah tangga, menjamin partisipasi penuh dan efektif serta kesempatan yang sama bagi perempuan untuk memimpin di semua tingkat pengambilan keputusan dalam kehidupan politik, ekonomi, dan masyarakat, menjamin akses universal terhadap kesehatan seksual dan reproduksi serta hak reproduksi. Indikatornya adalah menurunnya angka kematian ibu.

“Saat ini bagi wanita tidak boleh lagi ada larangan untuk bekerja. Wanita harus berperan agar keluarganya hebat, kotanya juga makin hebat,” ujarnya.

Sementara Ketua Jaga Gawang Kota Semarang, Nyai Umi Faizah Said Kalialang, menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan putaran ke-16. Kegiatan ibu-ibu nyai menurutnya bergilir secara periodik. Dia menyampaikan terima kasih karena ibu-ibu di sela-sela kesibukan di rumah masih istikamah mengikuti pengajian.

Mereka kemudian secara berjamaah membaca Shalawat Burdah yang dipimpin Nyai Afifah Adnan, Nyai Aminah Hadlor Ikhsan, Nyai Khoiriyah Syakroni, Nyai Muhibbin AlHafidzah, Nyai Hj Istighfaroh Ismail, Nyai Hj Rifáti Kharis Shodaqoh dan lain-lain. Mereka juga membaca dzibaiyah, dzikir dan tahlil.