• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 
  • Segenap Jajaran Pemerintah Kota Semarang Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H Mohon Maaf Lahir & Batin

PSD (Pertanyaan Sering Ditanyakan)

Pencarian :

Pertanyaan:

Bagaiamana Prosedur Perpanjangan Pajak Mobil / Motor dan Pengurusan STNK yang hilang

Jawab :

Cara Memperpanjang STNK Tahunan :

Syarat :

  1. STNK Asli + Fotokopi
  2. Fotokopi BPKB
  3. KTP asli + Fotokopi sesuai nama di STNK dan BPKB
 
Prosedur :
  1. Isi formulir permohonan perpanjang STNK sesuai data di STNK dan BPKB.
  2. Serahkan berkas permohonan perpanjang Pajak STNK tersebut ke Loket Penyerahan berkas.
  3. Silahkan tunggu sampai dipanggil nama sesuai data yang tercantum di STNK.
  4. Anda akan diberikan slip pembayaran Pajak yang telah tercantum biaya pajak yang harus dibayar.
  5. Serahkan Slip pembayaran dan uang sebesar biaya pajak ke Kasir.
  6. Selesai membayar pajak, anda akan memperoleh bukti pelunasan pembayaran pajak dan bukti tersebut diserahkan ke loket Pengambilan STNK.
  7. Silahkan tunggu hingga nama anda dipanggil. STNK baru anda telah diperpanjang satu tahun ke depan.

Cara mengurus STNK Hilang :

Syarat :
  1. KTP pemilik kendaraan, asli dan fotokopi.
  2. Fotokopi STNK yang hilang
  3. Surat Keterangan Hilang STNK dari Polsek atau Polres setempat.
  4. BPKB asli dan fotokopi

Prosedur :
  1. Cek Fisik kendaraan. Fotokopi hasil cek fisiknya.
  2. Mengisi Formulir Pendaftaran.
  3. Mengurus Cek Blokir (Mengurus Surat Keterangan STNK Hilang dari Samsat), berisi keterangan keabsahan STNK terkait, misalnya tidak diblokir atau dalam pencarian. Lampirkan hasil cek fisik kendaraan.
  4. Mengurus pembuatan STNK baru di loket BBN II. (Lampirkan semua persyaratan data dan Surat Keterangan Hilang dari Samsat).
  5. Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor. (Bila telah dibayar maka bebas biaya pajak).
  6. Membayar Biaya Pembuatan STNK baru.
  7. Pengambilan STNK dan SKPD (Surat Ketetapan Pajak Daerah).

Pertanyaan:

Bagaimana Cara Pemasangan Baru PLN

Jawab :

INFORMASI LISTRIK (PLN)
“PEMASANGAN BARU”
 
 
Prosedur :
1.   Pasang Baru
       Permohonan pemasangan listrik baru kepada PLN bisa kita lakukan dengan dua cara, baik offline maupun online.
       A.   Permohonan offline dapat dilakukan dengan cara mengunjungi langsung kantor pelayanan PLN di daerah masing-masing
       B.   Adapun permohonan online dapat dilakukan melalui website resmi PLN :  http://www.pln.co.id/pbpd/PD.php
 
2.   Tambah Daya
       Sama seperti pemasangan baru, permohonan penambahan daya listrik juga dapat dilakukan dengan cara offline dan online.
       A.   Permohonan offline dapat dilakukan dengan cara menghubungi langsung kantor PLN terdekat:
       B.   Permohonan online dapat dilakukan melalui website resmi PLN : http://www.pln.co.id/pbpd/PD.php

Pertanyaan:

Siapa yang berhak mendapat kartu Jamkesmaskot dan Pelayanan, yang didapatkan apa saja ??

Jawab :

KEPERSERTAAN

Berdasarkan Perwal No.28 tahun 2009 pasal 1, peserta Jamkesmaskot adalah:

  1. Warga Miskin : orang miskin yang berdomisili di Kota Semarang & memiliki KTP dan atau KK Kota Semarang
  2. Warga tidak mampu : orang kota Semarang yang punya KTP/KK Kota Semarang yang secara ekonomi tidak mampu dan mendapat  Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari lurah diketahui Camat.

PELAYANAN YANG DIBERIKAN

  1. Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas & Jaringannya
  2. Rawat Jalan Tingkat Lanjutan di RS dan BKIM/BP4
  3. Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas
  4. Rawat Inap Tingkat Lanjut kelas III di RS, BKIM/BP4
  5. Pelayanan Gawat darurat
  6. Pelayanan obat di Puskesmas, RS, BKIM/BP4 dengan mengacu pada formula obat Jamkesmas

PELAYANAN YANG DIBATASI

  1. Penggantian biaya kacamata Rp. 150.000 dengan koreksi min +1/-1 diberikan 2(dua) tahun sekali
  2. Biaya penggantian darah di PMI Rp. 250.000 per kanting
  3. Alat Bantu Dengar
  4. Alat bantu Gerak
  5. Haemodialisa: 10 x untuk gagal ginjal akut
  6. Citostatika
  7. Tindakan khusus & Penunjang Diagnosa Canggih

PELAYANAN YANG TIDAK DIJAMIN

  1. Pelayanan tidak sesuai prosedur & ketentuan
  2. Bahan, alat & tindakan yang bertujuan kosmetika
  3. General Check Up
  4. Prothese gigi tiruan
  5. Peserta dengan keinginan sendiri pindah kelas perawatan yang lebih tinggi
  6. Transportasi peserta
  7. Pengobatan alternatif
  8. Upaya mendapat keturunan, termasuk bayi tabung & pengobatan impotensi
  9. Masa tanggap darurat bencana
  10. Narkoba, minuman keras, kasus HIV & AIDS
  11. Bhakti sosial
  12. Kecelakaan lalu lintas

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Dinas Kesehatan Kota Semarang, Jl. Pandanaran 79 Semarang, telpon 024 8454640.


Pertanyaan:

Bagaimana Untuk Mendapatkan Surat Pindah Alamat

Jawab :

CARA MENDAPATKAN SURAT PINDAH ALAMAT
 
 
Syarat :

  1. Sesuai Pasal 15 UU Nomor 23 Tahun 2006, penduduk WNI yang pindah dalam wilayah NKRI wajib melapor kepada instansi pelaksana (perangkat pemerintah kabupaten / kota yang bertanggung jawab dan  berwenang melaksanakan pelayanan dalam urusan administrasi kependudukan) didaerah asal yang dalam hal ini adalah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, untuk mendapatkan Surat Keterangan Pindah (SKP).
  2. Selanjutnya penduduk WNI wajib melapor kepada instansi pelaksana ditempat tinggal tujuan dengan membawa SKP, untuk mendapatkan Surat Keterangan Pindah-Datang (SKPD).
  3. SKP/SKPD digunakan sebagai dasar perubahan atau penerbitan KK dan KTP bagi penduduk yang bersangkutan.
  4. Sesuai Pasal 59, penandatanganan SKP/SKPD bagi penduduk WNI adalah sebagai berikut :
  • Untuk pindah-datang dalam satu desa/kelurahan atau antar desa / kelurahan dalam satu kecamatan ditandatangani oleh Kepala Desa atas nama Kepala Instansi Pelaksana (Kepala Dinas Kendudukan dan Pencatatan Sipil)
  • Untuk pindah-datang antar kecamatan ditandatangani oleh Camat atas nama Kepala Instansi Pelaksana (Kepala Dinas Kendudukan dan Pencatatan Sipil).
  • Untuk pindah-datang antar Kabupaten / Kota dan antar Provinsi ditandatangani oleh Kepala Instansi Pelaksana (Kepala Dinas Kendudukan dan Pencatatan Sipil).

Prosedur :
  1. Mendatangi RT dan RW tempat tinggal untuk mengurus Surat Pindah (SP) dengan membawa KTP dan Kartu Keluarga (KK)
  2. Surat dari RT / RW dibawa ke kelurahan dan kecamatan, SP tersebut akan diganti oleh kelurahan/kecamatan dan akan terbit Surat Keterangan Pindah (SKP). Sebagai data arsip, KTP dan KK yang diserahkan akan disimpan.
  3. SKP memiliki 2 lembar. Lembar pertama akan dilanjutkan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dimana alamat yang lama akan diganti dengan selembar surat yang sudah dicap dan ditandatangani serta dilengkapi oleh alamat yang baru. Lembar kedua SKP adalah tembusan untuk kelurahan/kecamatan alamat yang baru.
  4. Mengurus surat kelakuan baik, mulai dari KORAMIL hingga Kepolisian.
  5. Pada saat kita pindah berkas yang dibawah ini perlu ada :
  • SKP yang berstempel dan bertandatangan kepala kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
  • SKP tembusan yang berstempel dan bertandatangan kepala kelurahan/kecamatan
  • 2 lembar surat kelakuan baik
         6. Di tempat alamat baru, yang perlu dilakukan adalah :
  • Lapor ke RT/RW dan mendaftar/memasukkan data anggota keluarga yang pindah kedalam Kartu Keluarga (KK) dan membuatkan KTP
  • Melapor ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
  • Melapor ke kantor kelurahan/kecamatan dan proses pembuatan KK dan KTP

Pertanyaan:

Bagaimana Cara Membuat e-KTP

Jawab :

Cara Membuat e-KTP
 
 
Syarat :
1.        Fotocopy Kartu Keluarga (KK)
2.        Surat Pengantar RT/RW

Prosedur :

  1. Pastikan kelurahan atau desa anda telah mendukung layanan e-KTP
  2. Datanglah dengan membawa fotocopy Kartu Keluarga (KK) dan Surat Pengantar RT/RW ke Keluarahan/Desa setempat.
  3.  Ambil nomor antrian di loket, tunggu hingga dipanggil oleh petugas yang bersangkutan. Jangan lupa bawa surat panggilan untuk membuat e-KTP dari pemerintah setempat.
  4. Petugas akan memasukkan data dan foto anda secara digital. Pastikan dan bandingkan data anda dengan data di KTP anda, jika anda belum pernah mempunyai KTP isi formulir F1.01.
  5. Bubuhkan tanda tangan anda di alat perekam tanda tangan. Pastikan tanda tangan anda tidak berubah-rubah lagi berikutnya karena akan menyulitkan jika tidak sama dengan dokumen lain seperti paspor, SIM dan lain-lain.
  6. Lakukan pemindaian retina pada alat yang telah disediakan.
  7. Pastikan Surat Panggilan anda akan ditandatangani dan distempel oleh petugas berwenang.
  8. Bila e-KTP selesai dicetak anda akan diberitahu dan dapat diambil di Keluarahan/Desa setempat.

Pertanyaan:

Bagaimana Cara Membuat Akta Kelahiran Baru

Jawab :

CARA MEMBUAT AKTA KELAHIRAN BARU
 
Syarat :

  1. Foto copy Akta Nikah (bagi orang tua yang sudah bercerai dengan menggunakan Akta Cerai) yang telah dilegalisir KUA
    *  apabila tidak bisa memberikan Surat Akta Nikah atau Itsbat maka Anak Merupakan Anak Ibu
  2. Untuk anak yang tidak diketahui asal usulnya persyaratan pembuatan akta harus dilengkapi dengan Surat Keterangan dari Kepolisian (menjelaskan asal usul anak) dan dokter (menjelaskan perkiraan usia anak)
  3. Foto copy Kartu Keluarga yang dilegalisir
  4. Foto copy KTP Ayah dan Ibu, jika usia diatas 17 tahun menggunakan KTP Sendiri
  5. 2 Orang Saksi Pencatatan Pelaporan Kelahiran berikut foto copy KTP yang Masih Berlaku 
  6. Surat Keterangan Lahir dari Kepala Desa / Lurah, Dokter, Bidan, Rumah Sakit yang disahkan di desa / kelurahan
  7. Surat Kuasa Bermaterai Rp 6.000,- apabila pencatatan dikuasakan
  8. Mengisi Formulir Permohonan Pencatatan Kelahiran bermaterai Rp 6.000,-

Prosedur :
Apabila syarat - syarat telah dipenuhi dengan lengkap, dapat segera mengurus pembuatan akta kelahiran dan mendaftar ke Loket di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.
Selanjutnya petugas dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil akan melakukan langkah - langkah sebagai berikut :
  1. Penelitian Berkas
  2. Memasukkan Data dalam Komputer
  3. Pengecekan Data dan diparaf oleh Pemeriksa Data
  4. Penandatanganan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
  5. Distempel atau dicap
  6. Penyerahan Akta Kelahiran pada Pemohon
 

Pertanyaan:

Bagaimana Cara Mendapatkan Akta Kematian

Jawab :

CARA MENDAPATKAN AKTA KEMATIAN
 
 
Syarat :

  1. Surat Pengantar RT/RW
  2. Surat Keterangan Kematian dari Rumah Sakit (Visum)
  3. Fotocopy Kartu Keluarga / Kartu Tanda Penduduk yang dilegalisir Lurah
  4. Surat Keterangan Tamu/KIPEM bagi yang bukan Penduduk Propinsi terkait
  5. Surat Keterangan Pendaftaran Penduduk Tetap (SKPPT) bagi Penduduk WNA
  6. Surat Keterangan Pendaftaran Penduduk Sementara (SKPPS) bagi Orang Asing Penduduk Sementara

Prosedur :
  1. Petugas Desa/Kelurahan mengisi dan menandatangani Surat Keterangan Kematian dalam formulir model sertifikat
  2. Pemohon mengisi formulir yang telah disediakan dengan melampirkan persyaratan lengkap beserta fotokopinya dan menandatangani buku register
  3. Petugas loket melakukan verifikasi dan validasi atas isian formulir dan persyaratan, mencatat dalam registrasi Akta Kematian dan menerbitkan kutipan Akta Kematian
  4. Petugas pada Instansi Pelaksana melakukan proses pencatatan, penerbitan dan selanjutnya diteliti dan diparaf oleh pejabat teknis di Bidang Pencatatan Sipil kemudian penandatanganan register dengan kutipan Akta oleh Kepala Instansi Pelaksana
  5. Pemohon menerima Kutipan Akta Kematian