• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

PSD (Pertanyaan Sering Ditanyakan)

Pencarian :

Pertanyaan:

Apa itu E-Toll dan Cara Mendapatkan

Jawab :

E-Toll
 
Prosedur :

1.        Cara Isi Ulang

Nasabah dapat melakukan transaksi isi ulang (top up) e- Toll Card di EDC mandiri prabayar, e-Banking (mandiri Internet, mandiri SMS, mandiri ATM) atau secara tunai di Cabang Bank Mandiri dan seluruh outlet Indomaret.

Khusus untuk transaksi isi ulang (top up) melalui mandiri e-Banking, Pemegang Kartu harus melakukan proses Update Saldo di EDC mandiri prabayar, kecuali di ATM Non-Tunai yang telah dilengkapi reader dapat langsung meng-update saldo kartu (isi kartu langsung bertambah).

2.        Lokasi Isi Ulang

Pemegang Kartu dapat melakukan isi ulang e-Toll Card di :

A.       Seluruh Cabang Bank Mandiri di Jabodetabek dan cabang Bank Mandiri tertentu di luar Jabodetabek

B.       http://satulayanan.net/uploads/images/e-TollCard.jpgSeluruh outlet Indomaret

C.       Self Service Terminal (SST) mandiri prabayar isi ulang

D.       Kantor Gerbang Operator Tol yaitu:

a.         Kantor gerbang Cililitan (Jasa Marga)

b.        Kantor gerbang Halim (Jasa Marga)

c.         Kantor gerbang Kapuk (Jasa Marga)

d.        Kantor gerbang Cengkareng (Jasa Marga)

e.         Kantor gerbang Sunter (CMNP)

f.         Kantor gerbang Serang Timur (MMS)

g.        Kantor gerbang Merak (MMS)

h.        Kantor gerbang Cilegon Timur (MMS)

i.          Kantor gerbang Cilegon Barat (MMS)


 
http://satulayanan.net/uploads/images/refilletoll1.jpgE-Toll Card dapat diisi ulang (top up) dengan pilihan nominal Rp 50.000, Rp 100.000, Rp 200.000, Rp 300.000, Rp 500.000 atau nominal lainnya sesuai keinginan. Isi ulang dapat dilakukan dengan kartu mandiri debit di beberapa lokasi berikut:
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 
http://satulayanan.net/uploads/images/refilletoll2.jpgSedangkan melalui Mandiri e-banking, metode isi ulang dilakukan 2 tahap yaitu proses pembayaran (pendebetan rekening) dan proses pengisian (memindahkan uang Anda ke fisik e-Toll Card) sebagai berikut:
 

 

Melalui layanan mandiri SMS:

Isi ulang (top up) dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
Ketik SMS dengan format ISIprelist rekeningno kartu Mandiri Prabayarnominal isi ulang
Contoh : Isi pre 1 6032982000123456 10000
SMS dikirimkan ke nomor 3355
A.       Anda akan menerima SMS PIN Challenge dari 3355
B.       Apabila transaksi berhasil, Anda akan mendapatkan notifikasi SMS transaksi berhasil
C.       Setelah transaksi berhasil, pemegang kartu wajib melakukan update saldo di kartu mesin EDC kartu prabayar yang tersedia di Merchant/Cabang
D.       Pengecekan perkiraan saldo mandiri prabayar, sedangkan untuk mendapat informasi saldo terkini pemegdang kartu dapat melakukan pengecekan saldo di mesin EDC kartu prabayar yang ada di cabang.
 

3.        Cek Saldo

Untuk transaksi cek saldo melalui mandiri SMS, Anda tidak perlu menjadi nasabah Bank Mandiri atau tidak perlu menjadi user mandiri e-Banking.
 
Untuk transaksi isi ulang (top up):
Anda harus memiliki rekening tabungan/giro Mandiri.
Anda harus terdaftar sebagai user mandiri sms dengan kode layanan SMS01.
Untuk cek saldo di mesin EDC, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
A.       Pilih menu "Prepaid"
B.       Pilih menu "Update Saldo"
C.       Letakan kartu Mandiri Prabayar di "mesin reader/dongle" dan secara otomatis sistem akan melakukan penambahan saldo di kartu mandiri prabayar

 
Saat ini cek saldo e-Toll Card sudah dapat dilakukan di lokasi-lokasi berikut:
A.       Seluruh kantor cabang Bank Mandiri di Jabodetabek dan cabang Bank Mandiri tertentu di luar Jabodetabek
B.       Self Service Terminal (SST) mandiri prabayar isi ulang
C.       Seluruh outlet Indomaret
D.       Outlet Alfamidi/Alfaexpress di wilayah Jabodetabek
E.        SPBU Pertamina tertentu yang telah bekerja sama
F.        Kantor operator tol tertentu

4.        Kartu Hilang/Bermasalah

Apabila e-Toll Card hilang/dicuri, apakah Bank dapat memblokir kartu ?
Bank tidak dapat memblokir kartu yang hilang/dicuri, dan Bank tidak mengganti sisa saldo kartu hilang/ dicuri, karena saldo e-Toll Card terdapat di kartu, sifatnya sebagai pengganti uang cash, dapat dipindahtangankan dan transaksi pembelian dilakukan offline.
Bagaimana jika saya melakukan isi ulang (top up) melalui mandiri internet dan mandiri sms gagal, rekening tabungan sudah terdebit tapi saldo e-Toll Card tidak bertambah?
Pemegang Kartu dapat menghubungi cabang terdekat dan/atau menghubungi langsung mandiri call14000 atau 021-52997777 untuk menyampaikan keluhannya.
Keluhan pemegang kartu harus disertai dengan bukti histori tansaksi e-Toll Card.
Apa yang harus dilakukan apabila pengendara mengalami pendebetan lebih dari satu kali di gerbang tol?
Apabila Pemegang Kartu melakukan komplain di gerbang tol, maka petugas tol melakukan pencetakan histori transaksi, dengan melihat data tanggal dan jam transaksi, apabila terdapat pendebetan dalam waktu tidak lama, maka petugas dapat melakukan penggantian untuk kelebihan pendebetan tersebut berdasarkan petty cash yang tersedia. 
Petugas tol kemudian mencatat keluhan ini untuk selanjutnya disampaikan kepada Kantor Cabang Operator Tol.
Apa yang harus dilakukan apabila kartu tidak dapat digunakan dan pelanggan komplain di gerbang tol?
Petugas tol melakukan pengecekan di EDC yang tersedia di kantor gerbang.  Apabila kartu memang tidak dapat dibaca oleh reader, maka petugas tol mengarahkan Pemegang Kartu untuk menghubungi cabang Bank Mandiri terdekat.

Pertanyaan:

Bagaimana Cara Cek Produk Obat dan Obat Tradisional

Jawab :

CEK PRODUK OBAT DAN OBAT TRADISIONAL
 
 
Prosedur :
Pengecekan Produk
Berikut adalah tautan untuk mengetahui produk Obat apa saja yang terdaftar di BPOM
http://www.pom.go.id/webreg/index.php/home/produk/01
Berikut adalah tautan untuk mengetahui produk Obat Tradisional apa saja yang terdaftar di BPOM
http://www.pom.go.id/webreg/index.php/home/produk/10

Pertanyaan:

Bagaimana Prosedur Cek Produk Makanan

Jawab :

CEK PRODUK MAKANAN
 
Prosedur :
Produk Makanan Terdaftar
Masyarakat berhak mengetahui terdaftar atau tidaknya produk yang dikonsumsinya. Baik makanan atau minuman dalam kemasan, produk makanan organik, produk herbal, dan semacamnya. Maka daftar produk ini harus ditampilkan secara publik.
Tombol berikut adalah sambungan ke daftar produk yang telah teregistrasi menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan:
http://www.pom.go.id/webreg/index.php/home/produk/13

Pertanyaan:

Bagaimana Cara Cek Produk Kosmetik

Jawab :

CEK PRODUK KOSMETIK
 
Syarat :
Pengecekan Produk
Cek Kosmetik ialah layanan yang menyediakan daftar kosmetik yang disediakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Layanan ini memberikan kita informasi mengenai produk-produk kosmetik apa yang layak digunakan menurut hasil penelitian laboratorium BPOM serta dasar-dasar hukum apa yang mendasari penilaian BPOM tersebut.
Berikut adalah tautan untuk mengetahui daftar produk yang telah teregistrasi
http://www.pom.go.id/webreg/index.php/home/produk/12
 
Prosedur :
Notifikasi Produk Kosmetik
BPOM juga telah menyediakan sarana yang lebih efektif dan mudah bagi Badan Usaha yang hendak, menotifikasi produknya. Sekarang selaku Badan Usaha, kita tidak perlu lagi mengantre ke kantor BPOM. Notifikasi produk kosmetik dapat dilakukan secara online :
 
 Untuk notifikasi produk kosmetik online, Badan Hukum harus mendaftarkan diri terlebih dahulu. Pendaftaran dapat dilakukan dengan klik tombol di bawah ini
http://notifkos.pom.go.id/bpom-notifikasi/register.php

Pertanyaan:

Apa Itu Buku Sekolah Elekrtronik

Jawab :

BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK
 
Buku Sekolah Elektronik merupakan suatu inisiatif oleh Kementerian Pendidikan Nasional dimana warga bisa mengunduh lebih dari 1300 buku pelajaran SD, SMP, SMA dan SMK setelah daftar menjadi anggota database BSE yang tidak dikenakan biaya.
Anda dapat mengunduhnya langsung di tautan dibawah ini
http://bse.kemdikbud.go.id/

Pertanyaan:

bagaimana Mendapatkan Beasiswa Unggulan S1 Mandiri

Jawab :

BEASISWA UNGGULAN S1 MANDIRI
 
Syarat :
Syarat untuk mengikuti seleksi Beasiswa Unggulan untuk jenjang pendidikan sarjana (S1) atau yang sederajat harus memenuhi persyaratan umum dan persyaratan khusus.
 
Adapun persyaratan umum adalah sebagai berikut:
1.        Mengisi formulir pendaftaran Beasiswa Unggulan secara online dan file dapat di unduh melalui http://buonline.beasiswaunggulan.kemdiknas.go.id/. Mulai tahun 2012 wajib melakukan pendaftaran online;
2.        Mengajukan surat permohonan beasiswa ditujukan kepada Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri KEMDIKBUD;
3.        Sudah diterima diperguruan tinggi tujuan, dengan melampirkan surat tanda sudah diterima (yang menyebutkan NIM/NPM), KTM, dan tanda bukti mahasiswa lainnya;
4.        Melampirkan fotokopi ijasah dan transkrip nilai pendidikan terakhir, bila diperlukan yang telah dilegalisasi dan/atau sertifikat kejuaraan/prestasi yang dimiliki;
5.        Melampirkan proposal kegiatan (berisi rencana studi/skripsi, perencanaan waktu studi, kebutuhan anggaran, dll);
6.        Menyerahkan biodata (CV) disertai sertifikat prestasi juara nasional atau internasional, sertifikat nilai TOEIC, TOEFL, atau IELTS terakhir yang masih berlaku (maksimal 2 tahun terakhir), dan foto profil bebas santai ukuran 4x6 cm dalam bentuk file;
7.        Foto kopi Kartu Keluarga dan KTP orang tua/wali;
8.        Foto kopi rekening bank atas nama calon penerima beasiswa untuk pelamar perorangan.
 

Pertanyaan:

Bagaimana Mendapatkan Beasiswa PBSB Kementerian Agama

Jawab :

BEASISWA PBSB KEMENTERIAN AGAMA
 
Syarat :
1.        Santri mukim pondok pesantren yang sedang duduk di kelas III MA yang diselenggarakan oleh pondok pesantren, baik yang hafidz Al-Qur’an 10 juz ataupun tidak;
2.        Santri mukim pondok pesantren yang hafidz Al-Qur’an minimal 10 juz dan sedang duduk di kelas III SMA/SMK yang diselenggarakan oleh pondok pesantren;
3.        Santri lulusan pondok pesantren salafiyah, baik yang hafidz Al-Qur’an 10 juz ataupun tidak;
4.        Santri lulusan Pondok Pesantren Muadalah (Pendidikan Diniyah Menengah Atas), baik yang hafidz Al-Qur’an 10 juz ataupun tidak;
5.        Santri lulusan Program Pendidikan Kesetaraan Paket C pada pondok pesantren, baik yang hafidz Al-Qur’an 10 juz ataupun tidak.

Prosedur :
1.        Ketentuan Umum
 
A.       Berstatus sebagai santri aktif-mukim dan belajar/nyantri di pondok pesantren sekurangkurangnya selama 3 (tiga) tahun berturut-turut pada pondok pesantren yang sama.
B.       Pada saat mendaftar berumur tidak lebih dari 20 tahun, terhitung tanggal 1 Juni 2012
C.       Bagi santri yang berasal dari Pondok Pesantren Salafiyah, Pondok Pesantren Muadalah (Pendidikan Diniyah Menengah Atas), dan Pendidikan Kesetaraan Paket C pada pondok pesantren, dada saat mendaftar berumur tidak lebih dari 22 tahun, terhitung tanggal 1 Juni
2012.
D.       Saat mendaftar masih tercatat sebagai siswa/i kelas III pada MA pada pondok pesantren atau telah lulus dari Pondok Pesantren Salafiyah, Pondok Pesantren Muadalah (Pendidikan Diniyah Menengah Atas) dan Pendidikan Kesetaraan Paket C; dimana MA, Pondok
Pesantren Muadalah (Pendidikan Diniyah Menengah Atas), dan Pendidikan Kesetaraan Paket C tersebut berada dalam satu naungan pengelolaan (contoh : yayasan) dengan pondok pesantren dan telah memiliki tanda kelulusan (ijazah atau yang disetarakan) yang diakui.
E.        Memiliki prestasi yang baik selama pendidikan berturut-turut dengan ketentuan sebagai
berikut :
a.         Bagi yang berasal dari MA, memiliki konsistensi prestasi yang baik dan termasuk dalam 10% siswa terbaik dalam satu madrasah, dibuktikan dengan data rapor dan pernyataan dari pihak pondok pesantren.
b.        Untuk yang berasal dari Pondok Pesantren Salafiyah, Pondok Pesantren Muadalah (Pendidikan Diniyah Menengah Atas) dan Pendidikan Kesetaraan Paket C, telah dinyatakan lulus dengan predikat BAIK atau setara

 
F.        Diajukan oleh Pimpinan Pondok Pesantren santri yang bersangkutan dengan melampirkan :
a.         Salinan Surat Pengajuan oleh Pondok Pesantren (lihat Lampiran 2 Contoh Surat Pengajuan) sesuai pilihan perguruan tinggi (UIN Maulana Malik Ibrahim atau lainnya)
b.        Formulir Pendaftaran yang telah diisi lengkap (lihat Lampiran 4 Formulir Pendaftaran)
c.         Pas foto ukuran 4 x 6 cm berwarna (Laki-laki - latar belakang merah, Perempuan - latar belakang biru) sebanyak 3 (tiga) lembar
d.        Salinan rapor semester III s/d V, atau Laporan Kemajuan Akademik yang berlaku, yang telah dilegalisasi.
e.         Surat pernyataan yang telah diisi dan ditandatangani di atas kertas bermaterai (lihat Lampiran 3 Surat Pernyataan Peserta PBSB)
f.         Bagi santri yang berminat untuk studi pada IPB Bogor, juga melampirkan salinan/photocopy pembayaran rekening listrik rumah orang tua 3 bulan terakhir berturut-turut. Jika tidak memiliki meteran listrik sendiri atau belum terjangkau jaringan listrik, melampirkan Surat Keterangan yang ditandatangani oleh orang tua/wali dan aparat daerah setempat (Ketua RW atau Lurah/Kades)
G.       Sehat jasmani dan rohani, tidak mengidap penyakit kronis/menahun (seperti asma, jantung, kanker dan lain-lain) yang dapat mengganggu proses belajar. Setelah dinyatakan lulus seleksi, peserta wajib menyertakan Surat Keterangan Sehat dari dokter Rumah Sakit Pemerintah.
H.       Beberapa jurusan/prodi/mayor mensyaratkan bebas buta warna (ketentuan dapat dilihat pada Lampiran Pilihan Studi). Setelah dinyatakan lulus seleksi, peserta wajib menyertakan serta Keterangan Bebas Buta Warna dari dokter spesialis mata, sesuai ketentuan
jurusan/prodi/mayor.
I.          Bersedia dikeluarkan dari pencalonan peserta PBSB atau sebagai peserta PBSB apabila terbukti sedang dan/atau pernah menggunakan narkoba.
J.          Bersedia dikeluarkan dari pencalonan peserta PBSB apabila tidak lulus dari Ujian Nasional.
K.       Bersedia mengikuti program pembekalan dan peningkatan kualitas (pre-university/bridging programme) yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI. Calon dinyatakan mengundurkan diri/gugur sebagai peserta PBSB apabila tidak mengikuti preuniversity/bridging programme
L.        Bagi peserta yang dinyatakan lulus sejak tahun pertama wajib tinggal di pondok pesantren. Khusus peserta PBSB yang studi pada IPB Bogor, ITS Surabaya, dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, untuk tahun pertama tinggal di asrama dan selanjutnya wajib tinggal di pondok pesantren terdekat dengan Perguruan Tinggi
M.      Bersedia untuk mengikuti seluruh kegiatan wajib yang ditujukan sebagai pembinaan, pengembangan diri, monitoring dan evaluasi Peserta PBSB, dinyatakan dengan perjanjian bermaterai antara calon mahasiswa dengan Kementerian Agama RI (Lampiran 3 Surat Pernyataan Peserta PBSB)
N.       Belum pernah menikah dan bersedia tidak menikah selama masa studi, termasuk selama pendidikan profesi, dinyatakan dengan perjanjian bermaterai antara calon mahasiswa dengan Kementerian Agama RI (Lampiran 3 Surat Pernyataan Peserta PBSB)
O.       Wajib mengabdi di Pondok Pesantren atau Satuan Pendidikan Keagaaman Islam pada Pondok Pesantren sekurang-kurangnya selama 3 (tiga) tahun setelah menyelesaikan studi, dinyatakan dengan perjanjian bermaterai antara calon mahasiswa dengan Kementerian Agama RI (Lampiran 3 Surat Pernyataan Peserta PBSB)
P.        Jika ternyata dikemudian hari terdapat penyimpangan dari data yang telah diberikan dalam formulir pendaftaran, dan/atau terdapat pelanggaran terhadap pernyataan yang telah diberikan (Lampiran 3 Surat Pernyataan Peserta PBSB), dan/atau santri mengundurkan diri sebagai peserta PBSB sebelum selesai masa studi tanpa alasan yang tidak dapat dipertanggung-jawabkan, Kementerian Agama RI berhak memberikan sanksi berupa menuntut santri yang bersangkutan pengembalian seluruh biaya seleksi, pendidikan, dan
tunjangan yang telah dikeluarkan Kementerian Agama RI dan dapat meminta Perguruan Tinggi untuk mengeluarkan santri dari Perguruan Tinggi yang bersangkutan
Q.       Bagi peserta yang dinyatakan lulus dan kemudian mengundurkan diri, pondok pesantren akan diberikan surat teguran, dan dapat tidak diperkenankan mengirimkan santrinya untuk mengikuti seleksi calon peserta PBSB pada tahun berikutnya.
 
2.        Ketentuan Khusus
 
A.    Ketentuan mengenai Pilihan dan Alokasi :
Peserta seleksi yang berasal dari MA jurusan IPA boleh memilih semua program
studi/jurusan/mayor yang ditawarkan, sementara untuk jurusan lainnya
(IPS/Bahasa/Keagamaan) hanya boleh memilih program studi/jurusan/mayor tertentu.
Untuk lebih jelasnya lihat Lampiran 1 Daftar Pilihan Studi
a.         Peserta diberi kesempatan untuk memilih 2 (dua) program studi/jurusan/mayor dalam satu perguruan tinggi yang sama dengan ketentuan harus paralel/konsisten dengan program yang diminati. contoh: peserta seleksi memilih program studi teknik kimia (program IPA) sebagai pilihan pertama, maka pilihan keduanya tidak diperkenankan memilih program studi Sastra Inggris (program IPS) sebagai pilihan kedua)
b.        Peserta seleksi yang berminat studi pada bidang KEAGAMAAN (Islamic Studies) dapat memilih 2 pilihan studi pada Perguruan Tinggi Agama Islam (UIN Sunan Kalijaga, IAIN Sunan Ampel dan IAIN Walisongo Semarang)
B.     Bagi Santri yang berminat untuk studi pada UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, selain memenuhi ketentuan poin a di atas, dengan tambahan :
a.         Hafidz (Hafal) Al-Qur’an minimal 10 Juz, dan wajib mengupayakan serta mempertahankan Hafidz Al-Qur’an 30 Juz pada saat menyelesaikan studi pada UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
b.        Santri boleh berasal dari satuan pendidikan lain selain MA, dengan ketentuan mengikuti Ketentuan Umum dan Khusus bagi santri yang berasal dari MA
c.         Hafidz Al-Qur’an 30 Juz merupakan persyaratan kelulusan program S1 peserta PBSB pada UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
C.     Dalam hal Surat Pengajuan oleh pondok pesantren memperhatikan ketentuan sebagai
berikut :
a.         Santri yang berminat studi ke UGM, UNAIR, UPI Bandung, UIN Jakarta, UIN Yogyakarta, IPB, ITS, IAIN Semarang, dan IAIN Surabaya, satu pondok pesantren dapat mengajukan maksimal 10 (sepuluh) orang santri terbaiknya.
b.        Pengajuan santri yang berminat studi ke UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, satu pondok pesantren dapat mengajukan sebanyak-banyaknya santri yang hafidz Al-Qur’an sebanyak 10 juz atau lebih pondok pesantren dapat membuat 2 (dua) kelompok pengajuan:
c.         Pengajuan untuk peserta yang berminat studi di IPB, UIN Syarif Hidayatullah, ITS, UNAIR, UGM, UPI, IAIN Sunan Ampel, IAIN Walisongo, dan UIN Sunan Kalijaga.
d.        Pengajuan untuk peserta yang berminat studi di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
D.    Bagi santri lulusan Pondok Pesantren Salafiyah dan Pendidikan Kesetaraan Paket C yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren :
a.         Calon peserta seleksi yang tidak hafidz Al- Qur’an minimal 10 juz hanya dapat mengikuti seleksi pada program studi pada IAIN Walisongo Semarang, IAIN Sunan Ampel Surabaya, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
b.        Bagi santri yang hafidz Al-Qur’an minimal 10 juz, selain dapat mendaftar pada pada IAIN Walisongo Semarang, IAIN Sunan Ampel Surabaya, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dapat juga mendaftar pada UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
E.     Bagi santri lulusan Pondok Pesantren Muadalah (Pendidikan Diniyah Menengah Atas) :
a.         Calon peserta seleksi yang tidak hafidz Al- Qur’an minimal 10 juz hanya dapat mengikuti seleksi pada program studi pada IAIN Walisongo Semarang, IAIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan UPI Bandung
b.        Bagi santri yang hafidz Al-Qur’an minimal 10 juz, selain dapat mendaftar pada pada IAIN Walisongo Semarang, IAIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan UPI Bandung, dapat juga mendaftar pada UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
F.      Keputusan yang dikeluarkan oleh Panitia Seleksi Calon Peserta PBSB adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat

Pertanyaan:

Bagaimana Syarat Beasiswa LPDP Kementerian Keuangan dan Beasiswa Magister / Doktor

Jawab :

BEASISWA LPDP KEMENTERIAN KEUANGAN
BEASISWA MAGISTER DAN DOKTOR
 
 
Syarat :
1.        Persyaratan Umum
 
A.       Warga Negara Indonesia;
B.       Lulusan program studi dari perguruan tinggi di dalam negeri yang terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi atau perguruan tinggi di luar negeri yang berkategori baik sesuai daftar pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
C.       Mempunyai jiwa kepemimpinan;
D.       Aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan;
E.        Menandatangani Surat Pernyataan tidak pernah terlibat tindakan melanggar hukum.
F.        Menandatangani Surat Pernyataan tidak pernah terlibat dalam tindak pelanggaran kode etik akademik;
G.       Menandatangani Surat Pernyataan mengabdi pada kepentingan bangsa Indonesia;
H.       Menandatangani Surat Pernyataan tidak menerima beasiswa dari sumber lain;
I.          Mendapatkan Surat Tugas Belajar dari atasan bagi yang sedang bekerja;
J.          Mendapatkan Surat Keterangan dari tokoh masyarakat bagi yang belum/tidak sedang bekerja;
K.       Memilih program studi dan/atau perguruan tinggi yang disetujui oleh LPDP;
L.        Mengupload Essay dengan tema:
a.         Peranku bagi Indonesia
b.        Sukses terbesar dalam hidupku
Rencana Studi untuk program Magister
Proposal Penelitian untuk program Doktor
 
2.        Persyaratan Khusus
 
A.       Usia maksimum bagi pelamar beasiswa pada saat penutupan pendaftaran adalah:
a.         35 (tiga puluh lima) tahun untuk program Magister
b.        40 (empat puluh) tahun untuk program Doktor
 
B.       Telah menyelesaikan dan memperoleh gelar akademik:
a.         Sarjana/DIV untuk pelamar program Magister dengan IPK 3,00 pada skala 4
b.        Magister untuk pelamar program Doktor dengan IPK 3,25 pada skala 4
 

 
C.       Kemampuan penguasaan bahasa Inggris:
a.         TOEFL ITP 500 untuk studi pada program Magister/Doktor di perguruan tinggi dalam negeri;
b.        TOEFL ITP 550 untuk studi pada program Magister/Doktor di perguruan tinggi luar negeri atau memiliki letter of acceptance (LOA) dari Perguruan Tinggi Luar Negeri;
c.         untuk pelamar yang memilih program studi Magister atau Doktor luar negeri yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar akademiknya, dapat menyesuaikan dengan persyaratan kemampuan berbahasa asing yang berlaku di perguruan tinggi tersebut.
 
D.       Lama Masa Studi Program Pilihan:
a.         maksimal 2 (dua) tahun untuk program Magister
b.        maksimal 4 (empat) tahun untuk program Doktor
 
3.        Komponen Biaya Beasiswa
Program Beasiswa Magister dan Doktor LPDP memberikan bantuan biaya studi program Magister atau Doktor kepada penerima beasiswa yang meliputi komponen-komponen berikut:
A.       Biaya Awal (Initial Allowance) yang meliputi :
a.         Biaya pendaftaran (langsung dibayarkan ke universitas)
b.        Biaya matrikulasi (langsung dibayarkan ke universitas)
c.         Biaya akomodasi awal (settlement allowance)
d.        Biaya tesis/disertasi
e.         Biaya seminar internasional (untuk Beasiswa Doktor)
f.         Biaya transportasi
 
B.       Biaya Berkala (Periodic Allowance) yang meliputi :
a.         Biaya perkuliahan/SPP (tuition fee)
b.        Biaya hidup bulanan dan tunjangan domisili (monthly allowance)
c.         Tunjangan buku (book allowance)
d.        Asuransi kesehatan

 
Prosedur :

Tata Cara Pendaftaran

A.      Waktu pendaftaran
Pendaftaran beasiswa dibuka sepanjang tahun, silakan mengunjungi halaman ini.
B.       Metode Pendaftaran
Pendaftaran dilaksanakan secara online dengan mengunggah dokumen-dokumen pendukung dan mengisi formulir sesuai format yang diberikan. Seluruh dokumen pendukung (asli) dan cetak formulir harus dibawa pada tahap seleksi wawancara.
C.       Formulir dan Dokumen Pendukung
a.     Cetak Formulir Pendaftaran Online
b.    Ijazah dan Transkrip Asli
c.     Sertifikat TOEFL/IELTS/TOAFL
d.    Sertifikat Prestasi
e.     Surat Pernyataan Tidak Pernah Terlibat Tindakan Melanggar Hukum
f.     Surat Pernyataan Tidak Pernah Terlibat Tindakan Melanggar Kode Etik Akademik
g.    Surat Pernyataan Mengabdi kepada Kepentingan Bangsa Indonesia
h.    Surat Pernyataan Tidak Menerima Beasiswa dari Sumber lain
i.      Surat Ijin Belajar dari atasan bagi yang sedang bekerja
j.      Surat Keterangan dari tokoh masyarakat bagi yang belum/tidak sedang bekerja
k.    Essay

Pertanyaan:

Bagaimana Syarat Beasiswa Dosen ke Luar negeri ( DIKTI )

Jawab :

BEASISWA DOSEN KE LUAR NEGERI (DIKTI)
Syarat :
1.        Dosen tetap dari PTN atau PTS.
2.        Telah mendapatkan Letter of Acceptance (Letter of Offer) yang masih berlaku dari institusi dan/atau dari calon pembimbing dari Perguruan Tinggi luar negeri yang dituju (diutamakan yang berasal dari perguruan tinggi negara maju dengan reputasi baik berdasarkan ranking THES dan Webos).
3.        Telah mempunyai gelar S2 atau yang setara untuk pelamar program S3. Telah mempunyai gelar S1 atau yang setara untuk pelamar program S2.
4.        Penguasaan bahasa Inggris yang memadai (TOEFL institusional minimal 550, atau IELTS minimal 6.0), dan atau bahasa pengantar lain yang digunakan di perguruan tinggi tujuan masing-masing.
5.        Untuk program S3, telah mempunyai usulan penelitian yang disetujui oleh (sekurang- kurangnya sudah dikomunikasikan dengan) calon pembimbing di PT luar negeri yang dituju.
6.        Umur calon tidak lebih dari 50 tahun ketika mendaftar.
7.        Pelamar yang berstatus suami dan istri dari bidang keilmuan yang sama, tidak diperkenankan melamar pada perguruan tinggi yang sama dan/atau dibimbing oleh promotor yang sama
Prosedur :
1.         Proses pelamaran dilakukan secara on-line, melalui laman Dikti di http://beasiswa.dikti.go.id
2.         Mengisi Form-A dari Ditjen Pendidikan Tinggi.
3.         Melampirkan Letter of Acceptance (Letter of Offer) yang masih berlaku dari institusi dan/atau dari calon pembimbing di Perguruan Tinggi luar negeri yang dituju. Pelamar yang mendapatkan Letter of Acceptance (Letter of Offer) bebas syarat (unconditional) dari PT yang dituju akan lebih diutamakan.
4.         Melampirkan salinan ijazah dan transkrip (IPK) S1 dan S2 yang telah dilegalisasi untuk yang akan menempuh program S3, atau salinan ijazah dan transkrip S1 untuk yang akan menempuh program S2.
5.         Melampirkan salinan sertifikat yang masih berlaku- bukti kemampuan berbahasa Inggris (TOEFL institusional. minimal 550, atau IELTS minimal 6.0) atau salinan sertifikat penguasaan bahasa pengantar lain yang digunakan di perguruan tinggi tujuan masing-masing.
6.         Melampirkan (bagi pelamar program S3) usulan penelitian (research proposal) yang telah disetujui oleh (sekurang- kurangnya sudah dikomunikasikan dengan) calon pembimbing di PT luar negeri yang dituju.
7.         Melampirkan bukti bahwa pelamar adalah dosen tetap.
8.         Melampirkan surat ijin melamar beasiswa Dikti dari pimpinan PTN, dan pimpinan Kopertis Wilayah bagi dosen PTS.
9.         Berkas dan kelengkapannya, disertai surat pengantar dari Pimpinan PTN asal, atau dari dikirim secara kolektif ke alamat berikut: Direktorat Pendidik & Tenaga Kependidikan, Ditjen Pendidikan Tinggi,Jl. Pintu 1 Senayan, Jl. Jenderal Sudirman Jakarta 10002