Sosialisasi HIV-AIDS dan Anemia


17 Juli 2019  •  13:00  •  Dilihat 126x  •  UPTD PUSKESMAS TAMBAKAJI  •  Tidak Berkategori
Sosialisasi HIV-AIDS dan Anemia

Remaja merupakan masa pencarian jati diri. Penting sekali pada masa ini, seseorang memperoleh edukasi mengenai pergaulan dan hubungan lawan jenis. Hal tersebut untuk mencegah terjadinya kejadian tidak diinginkan salah satunya adalah tertular virus HIV. Pada masa ini juga merupakan masa persiapan menuju dewasa. Pada remaja putri, penting sekali untuk menjaga kesehatan dalam persiapan menjadi seorang ibu kelak.

Pada Hari Rabu, 17 Juli 2019, Petugas Promosi Kesehatan dan Ahli Gizi Puskesmas Tambakaji berkesempatan berbagi informasi mengenai HIV-AIDS dan Anemia kepada murid-murid baru SMK Bina Nusantara Semarang.

Beberapa hal yang dijelaskan oleh petugas promosi kesehatan yaitu mengenai HIV (Human Immunodeficiency Virus) sebagai virus yang menyerang sel darah putih manusia, mengakibatkan seseorang kekebalan tubuhnya terganggu. Sedangkan AIDS merupakan manifestasi dari virus HIV yang masuk ke dalam tubuh. Rentang waktu dari HIV menjadi AIDS bisa mencapai 10 tahun. Pada awal virus masuk ke dalam tubuh, seseorang akan terlihat sehat, ini merupakan periode jendela dimana seseorang sudah terinfeksi virus HIV namun belum tampak gejala.

HIV menular melalui cairan tubuh (sperma dan air mani), darah, ibu ke anak, sertapemakaian jarum suntik bergantian

 Upaya yang perlu dilakukan untuk mencegah HIV-AIDS yaitu :

A (Abstinence) : tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah

B (Be faithful) : setia kepada pasangan

C (Condom) : menggunakan kondom saat berhubungan seksual pada pasangan yang berisiko

D (no Drugs) : tidak mengonsumsi narkoba

E  (Education) : edukasi / pengetahuan mengenai HIV-AIDS

 

Sedangkan ahli gizi menyampaikan tentang kondisi anemia yang biasanya beresiko tinggi terjadi pada remaja putri. Anemia merupakan suatu keadaan dimana sel darah merah dalam tubuh kadar hemoglobinnya kurang dari batas normal. Pada remaja putri, batas normal Hb yaitu 12. Gejala anemia antara lain lesu, letih, lemah, lelah dan lalai. Untuk mencegah anemia, remaja putri dianjurkan untuk mengonsumsi tablet tambah darah (TTD). Selain mengandung zat besi TTD juga mengandung asam folat yang diperlukan untuk mencegah kecacatan saat mengandung anak suatu hari nanti.

Menu Portal

Berita Populer