BKPM Gelar Market Sounding PSEL Kota Semarang


13 Agustus 2019  •  00:00  •  Dilihat 96x  •  Diskominfo  •  Berita
BKPM Gelar Market Sounding PSEL Kota Semarang

Badan Koordinasi Penanaman Modal bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang menyelenggarakan kegiatan Market Sounding Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU): Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Semarang. Proyek PSEL Kota Semarang ini termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) serta salah satu proyek di 12 Kota Prioritas Nasional yang tercantum dalam Perpres No. 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan. Total kebutuhan investasi proyek ini masih terbuka sesuai dengan pemanfaatan teknologi yang ditawarkan oleh pelaku usaha. Adapun lingkup proyek yaitu Design, Build, Finance, Operate, Maintain, dan Transfer (DBFOMT) dengan masa konsesi selama 20 tahun ditambah dengan masa konstruksi selama 2 tahun. Pengembalian investasi dengan menggunakan mekanisme Tipping fee dengan penjaminan (Government Guarantee) dari PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT. PII). 

Tujuan dibangunnya PSEL Kota Semarang adalah untuk mengatasi permasalahan sampah di Kota Semarang yang produksinya terus meningkat, sedangkan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA), yaitu TPA Jatibarang diperkirakan akan melebihi kapasitasnya dalam dua tahun ke depan. Diharapkan teknologi yang akan digunakan dalam PSEL Semarang dapat mengurangi lebih dari 80% timbulan sampah kota Semarang. Pemerintah Kota Semarang mempersilahkan calon investor untuk mempertimbangkan teknologi pengolahan sampah yang lainnya selain Waste to Energy, selama sesuai dengan spesifikasi output proyek dan persyaratan minimum proyek. 

Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 200 peserta yang berasal dari perusahaan swasta nasional maupun asing dan BUMN di bidang pelaku industri pengelolaan sampah, kontraktor, perbankan dan lembaga keuangan, konsultan, asosiasi bisnis terkait, serta Kedutaan Besar dari negara sahabat. Peserta yang hadir diantaranya adalah perwakilan dari General Electric, Itochu Corporation, PT. Siemens Indonesia, Samsung C&T Corporation, Fortum, PT Nusantara Infrastructure Tbk, PT. Tractebel Engineering Indonesia, Adaro Power, Marubeni, LEN Industri, Posco E&C, Sumitomo Corp, JICA,  PT Adhi Karya (Persero), PT PP Energi, PT. Waskita Karya (Persero) Tbk, PT. Hutama Karya, PT. Shanghai Electric Power Construction, dan perwakilan kedutaan Australia, Spanyol, dan Slovakia.

Direktur Perencanaan Infrastruktur, BKPM, Bapak Heldy Satrya Putera dalam sambutannya menyampaikan bahwa Market Sounding PSEL Kota Semarang yang diadakan pada hari ini akan membahas dokumen OBC.  Berdasarkan dokumen OBC, Pemerintah Kota Semarang menekankan outcome proyek pada pengelolaan sampah kota sehingga tidak menutup kesempatan penggunaan teknologi lain selain Waste to Energy selama memenuhi ruang lingkup terkait spesifikasi output dan persyaratan minimum yang telah disepakati. Total investasi yang dibutuhkan akan bergantung pada jenis teknologi yang ditawarkan oleh perusahaan pada saat pengajuan proposal dokumen penawaran lelang. Mekanisme untuk pengembalian investasi adalah menggunakan tipping fee dengan indikasi kemampuan kapasitas fiskal Pemkot Semarang yaitu sebesar Rp 100 -150 Miliar per tahun.

Heldy menambahkan, tujuan kegiatan Market Sounding ini adalah untuk mendapatkan masukan (feedback) dari pasar terhadap bentuk kerjasama atau teknologi yang akan ditawarkan, disamping untuk menyampaikan keberadaan proyek ini kepada pasar.

"Setelah acara ini, BKPM bersama Pemerintah Kota Semarang senantiasa berupaya untuk tetap membina komunikasi dengan para peserta Market Sounding dalam bentuk penyampaian perkembangan terkini persiapan Proyek PSEL Kota Semarang hingga pada tahap Prakualifikasi nanti", ujarnya saat menyampaikan sambutan pembukaan dalam kegiatan Market Sounding di Ruang Grand Ballrom, Gumaya Tower Hotel, Semarang, Selasa (13/08).

Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu dalam sambutannya menyampaikan bahwa proyek KPBU PSEL ini bukan merupakan proyek KPBU pertama yang dilaksanakan oleh Kota Semarang. Sebelumnya telah dilaksanakan proyek KPBU SPAM Semarang Barat yang saat ini telah mencapai tahapan Financial Close dan siap untuk segera beroperasi. SPAM Semarang Barat ini mendapatkan pengakuan dari Pemerintah Pusat, diberikan Presiden Joko Widodo dalam wujud Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) pada tanggal 9 Mei 2019 untuk Kategori Penghargaan Khusus Pembangunan Infrastruktur Daerah Skema KPBU, sebagai usaha yang memiliki inovasi pembiayaan terbaik Skema KPBU.

Selain Proyek PSEL yang kita kenal saat ini, Kota Semarang juga telah membangun Instalasi PSEL berteknologi Landfill Gas di TPA Jatibarang yang akan menghasilkan listrik  sebesar 0,8 Megawatt. PJBL (Perjanjian Jual Beli Listrik) antara PT. PLN dengan PT. Bhumi Pandanaran Sejahtera (BUMD Kota Semarang) akan segera dilaksanakan. Walau demikian, PSEL Landfill Gas tersebut belum mampu mengurangi volume sampah secara signifikan. Oleh karena itu, Proyek Pembangunan PSEL ini diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan sampah Kota Semarang dan dapat menjadi percontohan yang baik bagi kota-kota lainnya.

Lokasi proyek berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang, Jawa Tengah. Luas area sekitar 4 Ha dengan produksi sampah yang dihasilkan sekitar 1.000 ton/hari dari sampah padat kota Semarang. Persyaratan Minimum Proyek yang diajukan adalah teknologi harus terbukti dengan rekam jejak yang jelas dan sukses dalam mengolah sampah dengan komposisi mirip dengan proyek ini serta memiliki ketahanan terhadap perubahan komposisi sampah. Diharapkan teknologi ini dapat terbukti dalam mengurangi sampah Kota Semarang dan dapat mengendalikan emisi sesuai dengan standar internasional ataupun Indonesia.

Kegiatan Market Sounding ini dilaksanakan dengan format acara yang terdiri dari 2 (dua) sesi utama, yaitu sesi presentasi proyek dan sesi diskusi proyek. Dalam sesi presentasi proyek disampaikan penjelasan mengenai “Skema Pembiayaan dalam Penyediaan Infrastruktur dan Dukungan Pemerintah”, oleh Direktur Kerjasama Pemerintah-Swasta Rancang Bangun Kementerian PPN/Bappenas; Penjelasan tentang “Penjaminan Proyek Infrastruktur”, oleh Direktur Eksekutif Bisnis PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT. PII); dan Presentasi Proyek “Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Semarang” oleh PricewaterhouseCoopers (PwC) selaku konsultan. Acara dilanjutkan dengan site visit ke lokasi TPA Jati Barang yang bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi TPA sehingga calon investor dapat memperoleh informasi yang lebih lengkap dalam pengambilan keputusan untuk berpartisipasi dalam proyek ini.  

 

Menu Portal

Berita Populer