Pemkot Semarang: Diskusi Bersama terkait Kemiskinan dan Pengangguran melalui Program Gerbang Hebat Semarang


04 November 2019  •  00:00  •  Dilihat 102x  •  Diskominfo  •  Berita
Pemkot Semarang: Diskusi Bersama terkait Kemiskinan dan Pengangguran melalui Program Gerbang Hebat Semarang

Senin (4/11), Pemerintah Kota Semarang menggelar Focus Group Discussion dengan beberapa OPD dan stakeholder terkait Gerbang Hebat Semarang untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran di Kota Semarang pada Menara Suara Merdeka Kota Semarang. Pada kegiatan tersebut dihadiri oleh Hendrar Prihadi selaku Wali Kota Semarang, Budi Santoso selaku Ketua Umum DP2K,  Kukrit Suryo Wicaksono selaku Ketua Kadin Jateng, Sasongko Tedjo selaku Anggota Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) Semarang, dan para OPD lainnya.

Diskusi ini membicarakan terkait mengatasi permasalahan kemiskinan dan pengangguran yang ada di Kota Semarang melalui program Gerbang Hebat bersama dengan para OPD, stakeholder dan beberapa universitas yang ada di Kota Semarang. Gerbang Hebat sendiri merupakan kepanjangan dari Gerakan Bersama Penanggulangan Kemiskinan dan Pengangguran melalui Harmonisasi Ekonomi, Edukasi, Ekosistem dan Etos Bersama Masyarakat.

“Pada tahun 2010, kita memiliki program yang namanya Gerdu Kempling namun paska 2015 kita melihat Gerdu Kempling ini hanya mengemplingkan saja, belum membuat Hebat sehingga kami ubah dari  Gerdu Kempling menjadi Gerbang Hebat,” ujar Hendi dalam sambutannya.

Gerdu Kempling sendiri adalah program yang mengangkat wilayah-wilayah yang memiliki potensi sekaligus mengedukasi masyarakat supaya mereka mampu memanfaatkan potensi sekitar untuk dikembangkan menjadi aktivitas yang mandiri. Namun pada tahun 2016 diubah menjadi program Gerbang Hebat yang bertujuan agar wilayah-wilayah di Kota Semarang menjadi Hebat.

Pemerintah Kota Semarang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Semarang menargetkan angka kemiskinan yang pada tahun 2016 mencapai 4,79 persen dan pada 2021 target dapat turun pada angka 4,53 persen.

“Sejak tahun 2016 menurut BPS angka kemiskinan di Kota Semarang turun menjadi 4,14 persen pada tahun 2019 ini dimana telah melampaui target RPJMD yang seharusnya pada tahun 2021,” tutur Hendi.

Dalam mengatasi permasalahan kemiskinan dan pengangguran tersebut tugas Pemkot Semarang adalah melengkapi infrastruktur seperti jalan, sanitasi dan penerangan sehingga masyarakat menjadi mandiri dan bisa keluar dari garis kemiskinan. Hendi berharap dari FDG ini dapat masukan-masukan atau program lain yang lebih untuk membuat kemiskinan dan pengangguran berkurang maupun menuntaskan permasalahan tersebut serta dapat menghasilkan keputusan yang solutif dalam mengatasi kemiskinan dan pengangguran.

Menu Portal

Berita Populer