Pemkot Semarang : Hendrar Prihadi Berhasil 3 Tahun Berturut-Turut Terima Penghargaan Wali Kota Pelayan Terbaik Di Indonesia.


06 November 2019  •  00:00  •  Dilihat 156x  •  Diskominfo  •  Berita
Pemkot Semarang : Hendrar Prihadi Berhasil 3 Tahun Berturut-Turut  Terima Penghargaan Wali Kota Pelayan Terbaik Di Indonesia.

Wali Kota Hendrar Prihadi berhasil mempertahankan predikat wali kota pelayan terbaik di Indonesia. Hal itu setelah Kementerian Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) kembali menobatkan Wali Kota yang akrab disapa Hendi itu, sebagai Pembina Pelayanan Publik terbaik di Indonesia, Selasa (5/11).

Predikat tersebut diberikan dengan mengacu dari hasil evaluasi penyelenggaraan pelayanan publik pada 2019 yang dilakukan Kementerian PAN-RB. Predikat itu menjadi yang ketiga yang diraih Hendi secara berturut- turut dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Untuk kali pertama predikat tersebut disematkan kepada Hendi pada 2017. Penghargaan itu diserahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo di The Opus Grand Ballroom, Darmawangsa, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Selasa (5/11).

Beberapa usaha Hendi dalam peningkatan pelayanan publik itu, antara lain di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP). Kemudian RSUD KRMTWongsonegoro Kota Semarang, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Semarang.

Hal itu terbukti dari evaluasi Kementerian PAN - RB kepada tiga unit penyelenggara pelayanan publik di Kota Semarang pada 2019. Hasil penilaiannya masuk dalam kategori sangat baik.

Pada kesempatan tersebut, Tjahjo Kumolo menuturkan, evaluasi pelayanan publik ini untuk memberikan asistensi pada kekurangan yang ditemukan, sehingga bisa diperbaiki. Hal ini untuk mendorong terwujudnya clean and good governance, serta lebih kepada bagaimana pelayanan itu bermanfaat langsung bagi rakyat.

”Kepada yang sudah memperoleh nilai yang baik, sebaiknya tidak terlena dan berpuas diri. Pelayanan publik selalu dinamis mengikuti kebutuhan masyarakat. Jangan berhenti, ini bukan puncak, terus kembangkan dan perluas pelayanan publik agar dapat bermanfaat langsung untuk seluruh masyarakat bukan komunitas tertentu saja,” pesan Tjahjo.

Di sisi lain, Hendi tidak memungkiri jika penilaian yang diberikan oleh Kementerian PAN-RB saat ini menjadi salah satu tolok ukur pelayanan publik di Indonesia. Meski demikian, dia menegaskan, jika wajah pelayanan publik sebenarnya ada pada masyarakat Kota Semarang.

Menjadi pihak yang mendapatkan pelayanan secara langsung setiap hari. ”Bagi saya PR-nya masih banyak. Meskipun hanya ada satu laporan dari masyarakat, itu sudah harus langsung menjadi bahan evaluasi. Predikat ini justru menjadi tantangan, karena harus cocok antara penilaian PAN-RB dengan yang dirasakan langsung masyarakat,” tandasnya.

Menu Portal

Berita Populer