Sinergi Bersama Polrestabes, Hendi Siapkan Kampung Hebat Siaga Covid-19


09 Juli 2020  •  00:00  •  Dilihat 192x  •  Admin  •  Berita
Sinergi Bersama Polrestabes, Hendi Siapkan Kampung Hebat Siaga Covid-19

Menghadapi lonjakan jumlah positif covid akibat penambahan cluster baru di Kota Semarang, Wali kota Semarang Hendrar Prihadi gelar Rakor tindak lanjut Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) bersama para camat dan kepala OPD di lingkungan Pemerintah kota Semarang, Rabu (8/7). Ada dua poin inovasi yang disampaikan wali kota dari pembahasan pagi itu, yaitu pembentukan Kampung Hebat Siaga Covid-19 serta pemetaan wilayah dan pemantauan cluster oleh masing-masing pemangku wilayah.

Kampung hebat siaga covid-19 merupakan sebuah gerakan mandiri secara swadaya di masing-masing kampung untuk mengantisipasi penyebaran covid di wilayahnya. Nantinya akan ada posko di pintu masuk wilayah yang digerakkan oleh warga, terkait pengecekan suhu badan para pendatang, penerapan SOP seperti masker dan cuci tangan dengan sabun, pengaktifan kegiatan ekonomi masyarakat, pembentukan embung di mana ada dapur umum bagi warga tidak mampu, pengolahan kain perca untuk diubah menjadi masker serta gerakan peningkatan roda ekonomi di wilayahnya.

Hendi, sapaan akrab wali kota mengemukakan bahwa mulai besok (hari ini) para camat harus mengumpulkan para lurah untuk segera bergerak bersama instansi terkait untuk membentuk paling tidak satu kampung hebat siaga covid-19 pada minggu ini untuk kemudian disusul kampung-kampung hebat lainnya di kelurahan lain. “Susun segera kriteria apa saja yang harus disiapkan oleh lurah dan warga untuk membentuk kampung siaga ini sebagai inovasi kita. Targetnya semua kampung memiliki kemandirian secara swadaya dalam menghadapi kondisi terbaru Covid-19 di Kota Semarang,” pintanya.

Selain itu, pihaknya juga meminta para camat dan kepala dinas untuk disiplin melakukan penegakan Peraturan Wali kota dengan melakukan pemetaan wilayah yang dilakukan setiap hari secara fokus. Seperti wilayah mana di sebuah kecamatan yang merupakan titik paling ramai seperti Tlogosari di Kecamatan Pedurungan.

“Upaya teknis lainnya yaitu penataan dan patroli cluster-cluster seperti pasar, pelayanan medis seperti rumah sakit dan Puskesmas serta pabrik sebagai cluster baru penambahan kasus secara signifikan di Kota Semarang. Saya menyarankan untuk dilakukan sterilisasi di pabrik serta ditempatkan chamber untuk mensterilkan para pekerjanya,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga mengundang para kepala pasar untuk melakukan upaya lebih keras lagi yaitu dengan mendisiplinkan para penghuni pasar dengan SOP kesehatan. Sebagai cluster yang paling mendominasi, pihaknya meminta para camat dapat berkoordinasi dengan Danramil dan Kapolsek untuk menyisir pasar, pabrik, perusahaan, dan industri di masing-masing wilayahnya agar tertib SOP.

Pihaknya menyadari terkait kekhawatiran berbagai pihak terkait covid ini. Namun ia menegaskan jangan sampai ketakutan karena dari data yang diperoleh dari DKK bahwa dari 2.185 kasus di Kota Semarang, sebanyak 1.005 terkonfirmasi sembuh. Sementara sisanya 972 masih dalam perawatan, dan meninggal 208. "Yang perlu kita waspadai adalah masyarakat di usia 55 tahun ke atas yang masih aktif beraktifitas. Minta para takmir masjid untuk mendisposisikan kepada yang lebih muda, ibu-ibu pengantri sembako agar kita himbau untuk berada di rumah saja,” tambah Hendi.

Selain itu, sambungnya, yang perlu diwaspadai adalah terkait penyakit bawaan yang menyertai. Kematian COVID di Jateng disertai penyakit lain, diabetes melitus (36,2%), hipertensi (35%), ginjal kronis (8%), gagal jantung (7,4%), stroke (6,8%), dan jantung koroner (3,7%). Jenis penyakit yang bermula dari pola hidup warga.

Terakhir terkait Bansos, pihaknya menyebutkan bahwa dari informasi yang diperoleh dari BPKP Jawa Tengah terkait penyaluran bansos terdapat kendala duplikasi alamat dan NIK serta pencatatan NIK yang tidak cermat. Dari 150 ribu paket sembako yang dibagikan di bulan Juni ini telah ditemukan duplikasi alamat sebanyak 13 ribu. Hal ini yang ia tekankan kepada para Camat dan Lurah untuk lebih cermat dan teliti dalam hal pendataan warganya.

Menu Portal

Berita Populer