Virtual Live Selasar Seni Kembali Digelar, Ini Syarat-Syarat Berkegiatan Seni Di Kota Semarang


27 Juli 2020  •  00:00  •  Dilihat 53x  •  Admin  •  Berita
Virtual Live Selasar Seni Kembali Digelar, Ini Syarat-Syarat Berkegiatan Seni Di Kota Semarang

Dewan Kesenian (Dekase) Kota Semarang kembali menggelar Selasar Seni Semarang di halaman Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Semarang, Jumat (24/7/2020).

Kegiatan yang digelar atas kerjasama Dekase, Diskominfo, dan Tribun Jateng ini untuk memberikan hiburan kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang disiarkan secara live streaming melalui facebook, youtube, dan instagram Pemerintah Kota Semarang.

Ketua I Dekase Kota Semarang, Markomar Nadi mengatakan, Selasar Seni ini merupakan kegiatan yang kedua setelah sebelumnya telah digelar pada awal Juli lalu.

Pada kali ini, pihaknya mengemas kesenian musik rock dan keroncong. Ditambah, penampilan kethoprak dari para seniman Kota Semarang.

"Kami kombinasikan rock dan keroncong. Sehingga, penggemar musik rock bisa tahu keroncong, begitu sebaliknya," ujar Markomar.

Tak hanya pertunjukan musik, Dekase juga menampilkan kethoprak yang diambil dari cerita Suminten Edan.

Meski tidak dapat menampilkan seluruh alur cerita, setidaknya para seniman bisa menampilkan beberapa segmen untuk menghibur masyarakat Kota Semarang.

"Kethopraknya diambil dari cerita Suminten Edan. Cuma, kami ambil beberapa segmen saja karena waktunya sedikit," ucapnya.

Markomar melanjutkan, setiap sisi panggung juga dilengkapi beberapa lukisan dari Komunitas Nyala Rupa. Sehingga, adanya Selasar Seni ini bisa mewadahi seluruh seniman baik dari seni musik, seni peran, maupun seni rupa.

"Saat ini Pemkot mulai melonggarkan kegiatan seni. Mari berkreasi dengan catatan tetap menerapkan protokol kesehatan. Teman-teman event organizer (EO) yang hendak menyelenggarakan seni harus mengajukan surat kepada Wali Kota selaku Satgas," paparnya.

Pada Selasar Seni kali ini, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang mengapreasiasi kegiatan seni yang diadakan Dekase Kota Semarang bersama Pemerintah Kota Semarang. Menurutnya, pandemi bukan menjadi penghalang untuk tetap melakukan kreatifitas.

"Pak Wali tidak melarang kegiatan musik misal di Kafe ada musik. Bahkan, kami kemarin audah menyelenggarakan konser secara live secara aman dengan batasan penonton," terang Iin, sapaannya.

Dia menjelaskan, ada beberapa kriteria pertunjukan musik. Pertama, kegiatan kesenian tidak boleh melibatkan banyak massa. Penonton maksimal 50 orang. Kemudian, penyelenggara mengajukan rekomendasi kepada gugus tugas.

 

Penyelenggara, musisi, dan penonton akan dilakukan skrining untuk memastikan semua yang terlibat aman dari Covid-19. Dia juga meminta, penjualan tiket dilakukan secara online.

"Kalau jelang konser ada yg positif mungkin konsernya akan dilakukan virtual," tambahnya.

Menu Portal

Berita Populer