Pemkot Semarang Bolehkan Aktivitas Tarawih, Buka Bersama Jangan Dulu


07 April 2021  •  23:15  •  Dilihat 115x  •  Admin  •  Berita
Pemkot Semarang Bolehkan Aktivitas Tarawih, Buka Bersama Jangan Dulu

Pemerintah Kota Semarang membolehkan aktivitas tarawih di tempat ibadah selama Ramadan. Hal itu menyusul adanya edaran dari Kementrian Agama sekaligus hasil rapat koordinasi Forkopimda Kota Semarang dalam rangka menyambut Ramadan 2021 di Balai Kota Semarang, Selasa (6/3/2021).

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi memaparkan, tarawih saat ramadan tetap bisa dijalankan di tempat ibadah seperti musala atau masjid dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Jamaah dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas tempat ibadah.

Rencananya, Forkopimda Kota Semarang akan mengadakan tarawih keliling namun hanya tingka Forkopimda saja. Sedangkan, tarling ke setiap kecamatan pada momen Ramadan ini ditiadakan.

"Nanti ada tarling semisal di masjid balai kota, tempat Kodim, Polres, Kajari, dan sebagainya. Di tingkat kecamatan kami tiadakan," sebut Hendi, sapaannya, usai rapat koordinasi bersama Forkopimda Kota Semarang.

Dia menekankan, aktivitas ibadah selama Ramadan diperbolehkan. Sedangkan mengenai kegiatan yang biasanya dilakukan masyarakat saat Ramadan semisal sahur on the road atau buka bersama, kata dia, sebaiknya tidak usah dilakukan terlebih dahulu. Dia meminta kegiatan yang menimbulkan kerumunan atau membuat berkumpulnya massa untuk dihidari.

"(Sahur on the road) tidak usah dulu. Kalau sifatnya berbagi kepada aesama tidak harus di jalan. Bisa langsung datang ke panti, tidak usah geruduk-geruduk. Buka bersama juga sementara tidak usah dulu," terangnya.

Lebih lanjut, operasional rumah makan saat sahur dibolehkan hanya take away atau pesan bawa pulang.

Hendi menjelaskan, Pemerintah Kota Semarang memberi kelonggaran bagi pelaku usaha rumah makan maksimal pukul 24.00. Selebihnya, mereka boleh melayani take away.

"Jadi, kalau itu buka tapi tidak ada orang makan hanya melayani take away boleh saja. Kalau ada orang makan disitu lebih dari 24.00, teman-teman Satpol akan eksekusi penutupan," jelasnya.

Sementara operasional tempat hiburan saat ramadan akan diatur lebih lanjut melalui surat instruksi khusus ramadhan. Menurut Hendi, surat tersebut saat ini masih dalam proses.

Menu Portal

Berita Populer