RPH Penggaron Difokuskan untuk Penyembalihan Kurban di Masa Pandemi Covid-19


19 Juli 2021  •  00:00  •  Dilihat 103x  •  Admin  •  Berita
RPH Penggaron Difokuskan untuk Penyembalihan Kurban di Masa Pandemi Covid-19

Rumah Pemotongan Hewan (RPH) difokuskan menjadi lokasi penyembelihan hewan kurban untuk Hari Raya Idul Adh 1442 H, atau 20 juli 2021 mendatang. Hal ini untuk menghindari potensi kerumunan saat pemotongan hewan kurban bilamana dilakukan secara swadaya oleh masyarakat, seperti di masjid dan musala.  

 

"Masyarakat biasanya antusias dalam penyembelihan kurban sehingga potensi kerumunan sangat tinggi. Kalau bisa diserahkan ke RPH lebih bagus. Karena ini masa pandemi maka pemotongannya kita arahkan ke RPH sehingga tidak ada penumpukan," terang Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, saat menyambangi RPH Penggaron, Rabu (14/7).

 

Disebutkannya, pengelola RPH telah menerima 200 hewan kurban untuk Idul Adha 1442 H tahun ini. Angka ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu sebanyak 180 ekor.  

 

Menurut Taj Yasin, masih ada beberapa hari sebelum pelaksanaan sehingga ia meminta setiap panitia kurban mulai mendata siapa saja penerima daging kurban. Pendataan itu diperlukan agar daging yang dipotong di RPH bisa langsung dikemas dan dikirim ke penerima sehingga tidak ada kerumunan.

 

"Nanti dari sini bisa langsung dibagikan. Kalau bisa dikemas saja dari sini. Lagi pula ini masih ada waktu untuk mendata. Kalau di RPH itu bisa menghitung satu sapi itu berapa kilo dan bisa dibagi kepada berapa orang. Sehingga tinggal diantar atau dibagikan ke masyarakat oleh panitia dan tidak perlu datang ke musala atau masjid," jelasnya.

 

Dalam kesempatan itu Taj Yasin juga mengapresiasi pihak RPH Penggaron yang ketat dalam menerapkan protokol kesehatan kepada karyawannya. Khususnya untuk karyawan yang bertugas saat penyembelihan hewan kurban akan diperiksa kesehatan dan juga tes swab. Pemeriksaan kesehatan itu dilakukan sehari sebelum iduladha dan setiap karyawan diberikan tanda khusus.

 

"Jadi nanti yang menyembelih akan di-swab dulu dan dicek kesehatannya terus dikasih gelang supaya hasil pengecekan tidak dipinjam-pinjamkan. Pihak RPH juga sudah membagi waktu penyembelihan, tidak diselesaikan satu hari saja," katanya.

 

RPH Penggaron diketahui juga sudah bekerjasama dengan juru sembelih halal sehingga masyarakat tidak perlu ragu lagi untuk menyembelih kurban di sana. Maka dari itu, Taj Yasin juga mendorong agar RPH Penggaron juga dikembangkan dengan menambah fasilitas pengalengan daging kurban.

 

"Kita juga dorong untuk itu. Tahun lalu BAZNAS sudah memulai, nah ini kita dorong karena saya lihat lahannya juga masih luas jadi bisa dikembangkan lagi," katanya

Menu Portal

Berita Populer