Masyarakat Kota Semarang Diimbau Potong Hewan Kurban di RPH


19 Juli 2021  •  00:00  •  Dilihat 139x  •  Admin  •  Berita
Masyarakat Kota Semarang Diimbau Potong Hewan Kurban di RPH

Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengeluarkan surat edaran tentang tata cara penyembelihan hewan kurban di masa pandemi Covid-19. Masyarakat diimbau untuk bisa melakukan penyembelihan hewan kurban di rumah pemotongan hewan (RPH).

 

Pemotongan hewan kurban di RPH dilakukan untuk menghindari terjadinya kerumunan.

 

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur mengatakan, pemotongan hewan kurban di RPH dilakukan agar bisa meminimalisir adanya penularan virus Covid-19.

 

"Seyogyanya bisa dilakukan di RPH, jadi panitia bisa membagikan hewan kurban ke masyarakat," kata Hernowo Budi Luhur belum lama ini.

 

Hernowo menjelaskan bahwa kalau pun penyembelihan hewan kurban harus dilakukan di lingkungan masjid atau lingkungan masing-masing, maka harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. 

 

Misalnya, masyarakat tidak diperbolehkan menonton agar tidak menimbulkan kerumunan. Selain itu, panitia juga harus dalam kondisi sehat.

 

"Panitia juga harus dalam kondisi sehat," ujar Hernowo.

 

Hernowo menjelaskan, panitia dan petugas penyembelihan hewan kurban wajib memakai alat pelindung diri di antaranya masker dan sarung tangan. 

 

"Protokol kesehatan harus dilakukan dengan baik," tuturnya.

 

Selain itu, penyembelihan tidak harus pada hari H. Namun bisa dilakukan saat bulan tasrik yakni yakni 11-13 Dzulhijjah. 

 

Sedangkan untuk pembagian hewan kurban tidak dilakukan di lokasi penyembelihan, tapi dibagikan langsung ke rumah-rumah warga atau secara door to door. 

 

"Pembagian hewan kurban pun harus dilakukan secara door to door," jelasnya.

 

Sementara itu, kondisi pandemi Covid-19 berdampak pada menurunnya omzet penjualan hewan kurban.

 

Seorang pedagang hewan kurban di Kota Semarang, Nunung Wijayanti mengeluhkan sepinya pembeli.

 

Pedagang yang memiliki lapak di Jalan Jolotundo tersebut mengaku penjualan hewan kurban sangat sepi pada tahun ini. 

 

Pandemi Covid-19 dan juga PPKM diperkirakan berdampak pada berkurangnya keinginan masyarakat untuk membeli hewan kurban.

 

"Tahun ini berdampak sekali, sepi sekali. Tidak seperti tahun kemarin. Mungkin keinginan berkurban banyak, tapi karena banyak musala atau masjid yang tidak mengadakan kegiatan, masyarakat jadi ragu-ragu,” ujar Nunung. 

Menu Portal

Berita Populer