DP3A Terus Lakukan Pendataan Anak Yatim Piatu Korban Covid-19


14 September 2021  •  00:00  •  Dilihat 93x  •  Admin  •  Berita
DP3A Terus Lakukan Pendataan Anak Yatim Piatu Korban Covid-19

SEMARANG -  Dinas Perberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang terus melakukan pendataan anak yang orang tuang jadi korban covid 19. Hingga saat ini ada 52 anak yang jadi yatim piatu setelah orang tuanya meninggal terpapar covid-19.

Dari 52 anak itu, dua diantaranya balita. Sedangkan sisanya masih usia TK, SD hingga SMP atau dibawah 18 tahun. Demikian disampaikan Kepala DP3A Kota Semarang Mukhammad Khadik saat menjadi narasumber  dalam dialog interaktif bersama DPRD Kota Semarang.

Dikatakan, pendataan ini dilakukan untuk mengetahui jumlah yang pasti sheingga bisa merumuskan kebijakan yang akan diambil. “Pemkot tentu akan terus membantu anak yatim, piatu atau yatim piatu yang orang tuanya meninggal terpapar covid-19 seperti arahan bapak walikota,” katanya.

Saat ini bantuan terus diberikan, termasuk pendampingan secara psikologis sehingga anak tersebut tetap bisa semangat untuk menatap kehidupan selanjutnya. Bantuan sembako, lanjut M. Khadik juga sudah diberikan, demikian juga dengan bantuan untuk pendidikan.

“Khusus untuk pendidikan, tentu harus berlanjut. Kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, jika anak tersebut ingin pindah ke sekolah negeri akan dibantu, kalaupun tetap ingin di sekolah swasta akan ada bea siswa,” katanya.

Sinergi antar instansi di lingkungan balaikota, menurut M. Khadik sudah berjalan baik sesuai dengan arahan bapak walikota. “Kami sudah memberikan bantuan kepada anak yatim piatu akibat covid-19. Dimana, bersama-sama menggandeng pihak pengusaha bisa memberikan bantuan sembako dan beasiswa,” katanya.

Sementara itu Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Muhammad Afif mendorong pemerintah kota (Pemkot) Semarang bisa memberikan bantuan dan memfasilitasi dalam hal pendidikan kepada anak yatim piatu karena kehilangan orangtua akibat Covid-19.

Tidak hanya bantuan pemberian berupa sembako maupun psikis saja namun juga pemerintah kota Semarang menjamin dan memastikan agar mereka bisa tetap bersekolah. Muhammad Afif, mengatakan, anak yatim piatu di Kota Semarang yang kehilangan orangtua akibat Covid-19 harus tertangani dengan baik.

Sebab, sesuai amanat di dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 34, menyebutkan fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Maka Pemkot Semarang harus harus bisa memberikan perhatian, perlindungan dan kehidupan mereka yang masih punya masa depan panjang.

"Karena Mereka serba terbatas, sehingga butuh bantuan, backup, yang harus dilakukan pemerintah kota adalah untuk mendata anak yatim secara rinci. Pendataan itu,  baik yang yatim dan piatu, semuanya punya hak difasilitasi. Tapi yang lebih diperhatikan adalah yang yatim piatu, "katanya.

 

Menu Portal

Berita Populer