Hendi Sedih, Proyek Jembatan Kaca Alami Defiasi 25 Persen


14 Oktober 2021  •  00:00  •  Dilihat 154x  •  Admin  •  Berita
Hendi Sedih, Proyek Jembatan Kaca Alami Defiasi 25 Persen

Semarang : Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengaku kecewa dengan kinerja pelaksana proyek Jembatam Kaca di Tinjomoyo lantaran tidak sesuai target yang di harapkan. 

Ia menilai, pelaksana yang mengerjakan proyek itu tidak berkualitas dan tidak dapat dipercaya dengan baik. 

"Aduh, saya sedih karena evaluasi jembatan kaca kontraktornya tidak bonafide, tidak berkualitas,"katanya, Rabu (13/10/2021) 

Menurut Hendi sapaan akrabnya, pihak kontraktor harus diberi pelajaran jika tidak mampu menyelesaikan proyek Jembatan Kaca. 

Proyek ini merupakan proyek dedicated atau program prioritas Pemerintah Kota Semarang. Namun pada kenyataannya, progres proyek tersebut justru mengalami deviasi hingga 25 persen. Jika tak mampu merampungkan proyek, dia meminta agar kontraktor diputus kontrak. 

"Kalau tidak mampu diputus kontrak saja dari pada jadi pekerjaan yang tidak berkualitas. Saya lagi sedih tentang hal ini," ucapnya 

Hendi menjelaskan, Pemerintah Kota Semarang membagikan informasi pekerjaan, dalam hal ini lelang, agar program pemkot dapat dikerjakan dengan baik. Apalagi, jika kontraktor warga Semarang, menurutnya, itu menjadi kebanggan tersendiri. 

"Kalau yang terjadi asal-asalan tidak selesai, tidak berkualitas, alasannya tidak punya duit, kenapa nawar" katanya 

Jika proyek ini tidak bisa rampung pada 2021, Hendi berharap, pengerjaan Jembatan Kaca bisa diteruskan tahun depan. 

Proyek ini merupakan satu diantara proyek Pemerintah Kota Semarang yang sempat tertunda pada 2020 lalu. 

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman menyayangkan proyek Jembatan Kaca Tinjomoyo yang tidak berjalan lancar. 

Kontraktor yang sejak awal semangat bisa mendapatkan dan memenangkan tender Jembatan Kaca justru tidak serius dalam pengerjaannya. Padahal, Jembatan Kaca merupakan proyek pemerintah membuat daya tarik wisata baru di Semarang. 

"Menurut saya kegagalan program yang sangat disayangkan. Kasihan pemkot karena ini daya tarik objek wisata di Semarang," ungkap Pilus sapaan akrabnya 

Ia berharap, hal serupa tidak terjadi lagi. Ia juga mengimbau seluruh rekanan bisa serius saat bersaing di Kota Semarang agar program pemkot bisa rampung sesuai target. 

Menurutnya, dewan pernah mewanti-wanti pemkot agar tidak mendapatkan kontraktor yang tak bonafide. Namun aturan lelang tender terbuka untuk umum. Sehingga siapapun boleh mengikuti.

Menu Portal

Berita Populer