Pemkot Diminta Terus Genjot Pendapatan, Usai APBD Perubahan Defisit


14 Oktober 2021  •  12:00  •  Dilihat 88x  •  Admin  •  Berita
Pemkot Diminta Terus Genjot Pendapatan, Usai APBD Perubahan Defisit

Semarang: Kerangka anggaran pada APBD Perubahan Kota Semarang 2021 mengalami defisit. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyampaikan, APBD Perubahan 2021 memang ada penurunan pendapatan berkisar Rp 300 - 400 miliar. Namun, menurutnya, penurunan pendapatan pada 2021 ini tidak separah pada 2020 lalu yang mana penurunannya mencapai Rp 800 miliar.

Pihaknya pun akan langsung menyesuaikan dengan cara menunda beberapa program agar anggaran tidak defisit.

"APBD Perubahan, kami fokusnya masih pada upaya menyelesiakan penurunan pendapatan. Kami turun Rp 300 - 400 miliar. Kami tunda beberapa program supaya tidaj defisit," katanya Rabu (13/10/2021)

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman mengatakan, pendapatan pada APBD Perubahan 2021 ditetapkan Rp 5,11 triliun. Ada kekurangan anggaran berkisar Rp 400 miliar.

Pihaknya pun memaklumi hal itu lantaran penerapan PPKM level 4 beberapa waktu lalu berimbas pada seluruh sektor, termasuk pendapatan Pemerintah Kota Semarang.

"Yang diandalkan pemkot adalah PBB. Sumber-sumber lain turun. Akhirnya, anggaran masing-masing OPD dirasionalisasi untuk menutup kekurangan. Termasuk anggaran dewan dirasionalisasi Rp 19,5 miliar," ungkap Pilus sapaan akrabnya

Disebutkan Pilus, program yang tidak prioritas dilakukan rasionalisasi atau direfocusing untuk menutup kekurangan.

Seiring Kota Semarang telah memasuki PPKM Level 2, Pilus mendorong apemerintah Kota Semarang mulai menggenjot pendapatan. Memurutnya, hiruk - pikuk perekonomian saat ini sudah mulai berjalan. Sektor hiburan dan wisata, yang kemarin sempat lesu kini mulai bangkit. Dia optimis pendapatan Kota Semarang akan meningkat.

"Insyaaah ke depan akan segera pulih kembali.  Dari parkir, resto, hotel, bisa meningkatkan perekonomian,"ucapnya

Menu Portal

Berita Populer