PELAYANAN PASIEN TB DI KOTA SEMARANG TERKENDALA?


16 Juni 2022  •  14:53  •  Dilihat 160x  •  DINAS KESEHATAN  •  Berita
PELAYANAN PASIEN TB DI KOTA SEMARANG TERKENDALA?

SEMARANG - Bertempat di Aula Diklat Ruang Yusuf Lantai 3 RSU Roemani Kota Semarang,  Dinas Kesehatan dan RS Roemani mengadakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Jejaring Internal di rumah sakit pemerintah dan Swasta Kota Semarang. Dengan kegiatan tersebut diharapakan dapat mempermudah koordinasi alur rujukan dan alur jejaring eksternal pelayanan TB sehingga dapat mencapai eliminasi kasus TB tahun 2028 di Kota Semarang.

Penyakit Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu masalah kesehatan baik di Dunia maupun di Indonesia dengan jumlah kasus dan kematian yang tinggi. Kesenjangan antara estimasi kasus TB di Indonesia dengan jumlah kasus TB yang ternotifikasi masih lebih dari 30% selama 3 (tiga) tahun terakhir.

Berdasarkan notifikasi kasus TB tahun 2019, hanya 70% RS Pemerintah dan 50% RS Swasta yang melaporkan kasus TB. Sementara itu, kontribusi DPM/Klinik swasta masih rendah (1%). Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan dan pelaporan hasil pengobatan TB di RS Pemerintah dan Swasta, Dinas Kesehatan kota semarang bekerja sama dengan Global Fund (GF-ATM) Komponen TB Provinsi Jawa Tengah melakukan peningkatan kapasitas jejaring internal TB di RS Roemani Semarang (14/06). Kegiatan ini dihadiri oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang, TO TB Kota Semarang, FE PPM Kota Semarang serta Direktur utama RS Roemani beserta jajarannya.

Dalam sambutannya mewakili Dinas Kesehatan Kota Semarang, Dani Miarso menyampaikan “Masih banyak ditemukan kasus TBC di Kota Semarang. Sampai dengan Mei 2022 ditemukan 1.745 kasus TBC di Kota Semarang, dimana 25% nya beridentitas luar Kota Semarang. Kondisi tersebut mengambarkan bahwa kasus TBC di Kota Semarang belum turun secara signifikan. Penurunan kasus TBC diharapkan terus terjadi sampai dengan yang ditargetkan tahun 2028 sebesar 5 per 100.00 penduduk.”

Lebih lanjut sub koordinator pengendalian penyakit menular langsung tesebut mengatakan bahwa penurunan tersebut diharapakan bukan karena menurunnya skrining atau capaian SPM tetapi karena memang upaya pencegahan, Treatment Success Rate (TSR) dan cakupan Terapi Pencegahan TBC (TPT) meningkat dan mencapai target yang diinginkan. Setiap tahun minimal 15% pendudukan Kota Semarang harus diskrining dan yang masuk kriteria suspect dilakukan pelayanan sesuai dengan standart. Dani Miarso mengungkapkan bahwa upaya yang masih menjadi kendala di pengelolan program ini adalah Terapi Pencegahan TBC. Sulit menyadarkan masyarakat (keluarga pasien) agar kontak erat satu rumah mengikuti TPT untuk mencegah penularan pada kontak erat serumah dengan alasan bahwa mereka sehat sehat saja. Keengganan mereka beralasan karena mereka harus menkonsumsi obat pencegahan selama 6 bulan. “Dengan adanya metode TPT yang baru dengan program yang lebih sederhana semoga dapat meningkatkan cakupan TPT dan dapat mencegah penularan untuk menuju Semarang eliminasi TBC tahun 2028” Pungkasnya

Kegiatan yang bersumber dana dari Global Fund (GF) ini dilanjutkan dengan penyampaian materi dari Koalisi Organisasi Profesi (KOPI) TB Kota Semarang yang disampaikan oleh dr. Avissena Dutha Pratama, Sp.P,FISR terkait refresh Alur Tatalaksana Penanganan Pasien

TBC. Dokter yang sehari hari berdinas di RS dr Kariadi tersebut secara gamblang menjelaskan bagaiaman penatalaksaan pasien, kendala, solusi  dan praktik baik yang ada dalam pelaksanaan penalataksanaan pasien TBC.

“Dengan sarana prasarana yang kami miliki untuk tata laksana pasien TB kami berkomitmen menjadi jejaring swasta dalam upaya pemberian pelayanan TB yang optimal khususnya pemeriksaan suspek TB dengan TCM (Tes Cepat Molekuler)” Tegas Direktur Utama RSU Roemani Kota Semarang ibu dr. Sri Mulyani, SpA, M.Kes, FISQua.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi Hospital Tour yaitu berkeliling RS Roemani dan melihat kondisi sarana prasarana, implementasi, dan praktik DOTs TB. Ruangan yang dikunjungi antaranya ruang DOTs, Pojok Dahak, Laboratorium, dan  Farmasi.

Menu Portal

Berita Populer