Upaya Pencegahan Penyeberan Covid 19 Saat Nataru Terus Di Lakukan


25 November 2021  •  08:10  •  Dilihat 76x  •  Admin  •  Berita
Upaya Pencegahan Penyeberan Covid 19 Saat Nataru Terus Di Lakukan

Semarang - Dinas Kesehatan Kota Semarang terus berupaya mencegah penyebaran Covid 19 menjelang perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). 

Pemerintah pusat akan menerapkan PPKM Level 3 yang berlaku nasional. Pemerintah daerah pun pastinya melakukan upaya agar momen Nataru tidak menjadi ledakan kasus Covid-19 gelombang tiga. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam menuturkan, mobilitas masyarakat sudah tidak bisa dihindari. Kasus di daerah hinterland atau sekitar Kota Semarang sudah mulai naik. Ia meminta petugas tenaga kesehatan di perbatasan untuk waspada 

Sesuai keputusan pemerintah pusat, selama nataru mulai 24 Desember 2021 - 2 Januari 2022 akan diberlakukan PPKM Level 3. 

"Aktivitas fisik dibatasi. Makanya, ASN tidak boleh cuti. Ini sebagai panduan Pak Wali untuk memberikan instruksi ke teman-teman ASN," tuturnya, Rabu (24/11/2021). 

Menurut Hakam, pesta atau kegiatan lain yang menimbulkan kerumunan, sebisa mungkin ditunda terlebih dahulu. Ia mengimbau masyarakat untuk stay at home atau di rumah saja. Jika harus keluar rumah, dia mewanti-wanti agar protokol kesehatan diterapkan. 

Terkait kesiapan tempat isolasi, menurutnya, Kota Semarang memiliki Kampung Siaga Candi Hebat. Kampung-kampung tersebut bisa digerakkan kembali jika sewaktu-waktu dibutuhkan tempat isolasi. 

Pasalnya, setiap kelurahan telah memiliki tempat isolasi bagi warga yang terpapar Covid-19. 

"Begitu ada kasus, bisa difasilitasi dulu. Misal ada gejala, kami geser ke isoter. Untuk memgaktifkan kembali Kampung Siaga Candi Hebat, kami tinggal komunikasi dengan Pak Wali, Forkopimda, dan semua jajaran," bebernya. 

Hakam menambahkan, ketersediaan tempat isolasi di rumah sakit masih ada 1.000 tempat tidur. Saat ini, pasien suspek atau probable juga dirawat di rumah sakit. 

Dinas Kesehatan juga terus melakukan random sampling serta edukasi kepada masyarakat agar tidak ada ledakan kasus gelombang tiga. 

 

Menu Portal

Berita Populer