Selamatkan diri dan lingkungan dari bahaya rokok


31 Mei 2022  •  07:54  •  Dilihat 283x  •  DINAS KESEHATAN  •  Berita
Selamatkan diri dan lingkungan dari bahaya rokok

 

Saat ini Indonesia memiliki jumlah perokok laki-laki tertinggi di dunia dan jumlah perokok terbesar ketiga di dunia setelah India dan China serta meningkatnya prevalensi merokok di kalangan anak usia 10-18  tahun. Perilaku merokok menjadi salah satu faktor risiko terjadinya penyakit tidak menular yang menyumbang angka kematian tertinggi di Indonesia. Selain itu, mengakibatkan anak stunting dan meningkatkan angka kematian akibat COVID-19 dibandingkan yang bukan perokok. 

Setiap tahun, pada tanggal 31 Mei, diperingati sebagai Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS). Peringatan HTTS tahun 2022, dengan tema “Rokok: Ancaman Kesehatan dan Lingkungan”, merupakan kesempatan untuk meningkatkan kesadaran tentang efek bahaya dari konsumsi rokok dan paparan asap rokok terhadap kesehatan dan lingkungan.  Tema ini dianggap relevan untuk menjawab tantangan terbesar di bidang kesehatan masyarakat dan isu lingkungan hidup. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran di kalangan masyarakat tentang dampak lingkungan dari tembakau – mulai dari penanaman, produksi, distribusi, dan limbah, sehingga memberikan satu alasan tambahan bagi perokok untuk berhenti merokok.

Penanaman, pembuatan, dan penggunaan tembakau meracuni air, tanah, pantai, dan jalan-jalan kota dengan bahan kimia, limbah beracun, puntung rokok, termasuk mikroplastik, dan limbah rokok elektronik.

Upaya sinergis dalam mengendalikan masalah konsumsi produk tembakau dan dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan perlu dukungan seluruh masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, agar terwujudnya generasi sehat Indonesia unggul.

Menu Portal

Berita Populer